RESESI DIMULAI! PHK Massal Akan Dilakukan oleh 6 Perusahaan Raksasa, Cek Infonya Di Sini

- Selasa, 24 Januari 2023 | 15:35 WIB
Resesi dimulai, perusahaan akan PHK massal (pexels/MART PRODUCTION)
Resesi dimulai, perusahaan akan PHK massal (pexels/MART PRODUCTION)

SurabayaNetwork.id - Sejak tahun 2022 lalu berbagai negara sudah membahas ancaman resesi di tahun ini, termasuk Indonesia yang berulang kali diingatkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Termasuk ketika hari Minggu 22 Januari 2023 kemarin, Sri Mulyani membahas kembali soal resesi dengan mengatakan, "Kita bisa kesamber gledeknya dan hujannya ke sini karena hujannya merata. Cuma karena pendoponya bagus, baru, dan nggak bocor, udan deres yo ra popo neng njobo, neng kene tetep kering."

“Kita akan jaga perekonomian yang tumbuh tinggi agar tetap bertahan pada 2023. Kita akan tetap menjaga faktor-faktor yang mendukung perekonomian nasional, salah satunya konsumsi,” kata Menteri Keuangan meyakinkan bahwa Indonesia akan baik-baik saja selama tahun 2023.

Baca Juga: Jangan Takut Resesi, Mending Coba Ide Bisnis 2023 Modal Kecil Ini, Gak Perlu Keluar Rumah

Walau pemerintah sudah menjamin bahwa resesi global tidak akan berdampak signifikan terhadap Indonesia, tidak ada salahnya juga kita untuk tetap waspada akan ancamannya.

Terlebih beberapa negara sudah mulai merasakan dampak resesi, dan PHK massal pun mulai terjadi. Beberapa perusahaan raksasa global berencana melakukannya pada tahun ini, untuk memperkuat ketahanan perusahaan terhadap dampak resesi.

Apa saja perusahaan tersebut, berikut ini data dan faktanya.

1. Goldman Sachs

Goldman Sachs adalah perusahaan terbesar di dunia dalam bidang perbankan, jasa keuangan dan investasi. Perusahaan yang didirikan oleh Marcus Goldman dan Samuel Sachs ini berpusat di New York, Amerika Serikat.

Perusahaan raksasa ini telah mulai melakukan PHK massal terhadap karyawannya sejak Rabu 11 Januari 2023. Direncanakan total 3.200 karyawan akan diberhentikan, hal ini menjadi tindak pemberhentian terbesar yang pernah dilakukan perusahaan, sejak krisis keuangan Amerika Serikat tahun 2008.

Baca Juga: Ribuan Lansia Korea Selatan Meninggal Karena Kesepian, Salah satunya Diduga Akibat Resesi Seks

2. Alphabet Inc.

Alphabet merupakan induk dari perusahaan Google, berbentuk holding dan menaungi banyak perusahaan dalam wujud konglomerasi.

Perusahaan yang dipimpin oleh CEO berkebangsaan India, Sundar Pichai ini diketahui memiliki lebih dari 186 ribu karyawan pada tahun 2022.

Tahun ini Alphabet Inc. berencana melakukan PHK massal untuk memangkas 6 persen dari seluruh karyawannya, atau sekitar 11 ribu orang.

3. Spotify

Pada tahun 2021 pendiri sekaligus CEO Spotify, Daniel Ek pernah disebut berhasrat kuat untuk membeli Arsenal, salah satu klub sepakbola terbesar asal Inggris.

Namun kini bisa jadi hasrat itu sudah pupus, karena perusahaan jasa layanan podcast, musik digital dan video yang berbasis di Swedia tersebut dilaporkan mengalami penurunan jumlah pemasang iklan yang signifikan.

Akibatnya perusahaan berencana melakukan PHK massal terhadap 6 persen dari karyawannya, atau sekitar 500 sampai 600 orang.

Baca Juga: Ribuan Lansia Korea Selatan Meninggal Karena Kesepian, Salah satunya Diduga Akibat Resesi Seks

4. Amazon

Amazon merupakan salah satu perusahaan internet terbesar di dunia yang bergerak di bidang e-commerce, cloud computing, iklan daring, layanan streaming dan kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini tercatat memiliki 1,5 juta karyawan pada tahun 2022. Rabu 18 Januari 2023 kemarin, Amazon telah melakukan pemecatan massal terhadap 18.000 karyawan.

PHK massal tersebut disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak perusahaan raksasa tersebut berdiri tahun 1994.

5. Microsoft

Siapa tidak kenal Microsoft milik orang terkaya di dunia, Bill Gates? Ternyata Microsoft pun tidak terhindar dari krisis global.

Perusahaan di balik sistem operasi Windows ini diberitakan berencana melakukan pemecatan massal terhadap 5 persen dari total karyawannya.

Itu berarti di tahun ini, akan ada sekitar 220 ribu pegawai Microsoft yang kehilangan pekerjaan.

6. McDonald's

Dampak pandemi yang membuat rumah makan di seluruh dunia harus tutup sementara, serta krisis global yang menyusul, membuat raksasa McDonald's pun harus melakukan pengetatan.

Baca Juga: Resesi Ekonomi 2023 Ancam Pelaku Usaha, Ini 6 Jurus Jitu Menghadapi Kondisi Sulit

Dikabarkan bahwa CEO McDonalds, Chris Kempczinski berencana melakukan PHK massal dan reorganisasi terhadap sebagian karyawan, mulai bulan April 2023.

Semoga imbas dari PHK massal di perusahaan-perusahaan global tersebut, tidak membawa dampak negatif terhadap Indonesia.***

Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Meroket di 2023, Borong atau Jual?

Rabu, 4 Januari 2023 | 20:05 WIB
X