Ratna Idraswari Ibrahim, Sastrawan yang Berkarya Lewat Kursi Roda

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:20 WIB
Ratna Indraswari Ibrahim
Ratna Indraswari Ibrahim

SurabayaNetwork.id - Semangat juangnya begitu luar biasa. Meski memiliki keterbatasan fisik, Ratna Indraswari Ibrahim produktif berkarya. Ia tetap berkarya meski lewat kursi roda.

Tercatat lebih dari 400 buah cerita pendek, puisi, novel, dan buku nonfiksi dilahirkannya, sehingga mengantarkan ia meraih berbagai penghargaan. Salah satunya, Anugerah Kesetiaan Berkarya (2005) dari Harian Kompas.

Ratna Idraswari Ibrahim lahir 24 April 1949 dan menghembuskan napas terakhirnya pada 28 Maret 2011 dalam usia belum genap 62 tahun. Tatakan buku yang biasa ia gunakan untuk membaca, turut mengantar kepergiannya ke liang lahat. Sebuah simbol kesetiaan dan kecintaannya yang mendalam terhadap dunia literasi.

Baca Juga: Sastrawan Rusia Vladimir Nabokov, Bangun Pagi dan Menulis 4 Jam Sehari

Sejak berusia 10 tahun, Ratna Indraswari Ibrahim divonis menderita rachitis (radang tulang) yang mengakibat tangan dan kakinya lumpuh.

Sejak saat itu ia mengalami pergumulan pemikiran yang hebat. Bahkan ia sempat mendeklarasikan diri sebagai Atheis. Ibunya yang mengetahui hal itu hanya mengatakan, “Nanti, setelah usia 50 tahun, kau akan kembali kepada Tuhan.” Dan kata-kata itu adalah doa, Ratna benar-benar “menemukan” Tuhan.

Ratna Indraswari Ibrahim menulis sejak usia remaja. Ia rela melepas almamaternya di Universitas Brawijaya Malang untuk fokus menulis.

Tetapi, karena keterbatasannya itu, tentu saja Ratna tidak bisa mengetiknya sendiri. Ia menuturkan lewat lisan kemudian asistennya yang menuliskan di komputer. Sungguh, perjuangan yang tak mudah.

Tetapi kesabaran dan ketekunanannya itu berbuah manis. Beberapa novel lahir dan melambungkan namanya sebagai salah seorang sastrawan yang disegani di tanah air.
Sebut saja Lemah Tanjung (2003), Bukan Pinang Dibelah Dua (2003), dan Pecinan Kota Malang (2007). Lemah Tanjung, diakui Ratna sebagai ikon perlawanan dirinya terhadap upaya pengalihfungsian hutan menjadi perumahan elit di Malang.

Bahkan Ratna, ikut terjun dalam aksi demonstrasi yang melibatkan banyak warga itu.

Halaman:

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pepino, Buah Unik dengan Banyak Manfaat

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:46 WIB
X