ASI Bening Apakah Tanda Tidak Bergizi, Begini Penjelasan Dr Tan Shot Yen

- Jumat, 3 Desember 2021 | 04:31 WIB
ASI Bening Apakah Tanda Tidak Bergizi, Begini Penjelasan Dr. Tan Shot Yen (Freepix)
ASI Bening Apakah Tanda Tidak Bergizi, Begini Penjelasan Dr. Tan Shot Yen (Freepix)
 
SurabayaNetwork.id - Beredar anggapan yang mengatakan bahwa jika ASI seorang ibu tidak berwarna putih susu, tetapi berwarna bening, hal itu tanda bahwa ASI tersebut tidak bergizi.
 
Menanggapi hal tersebut, seorang dokter sekaligus influence kesehatan dan pendidik, dr. Tan Shot Yen menjabarkan tentang ASI pada unggahan instagramnya. Menurutnya, anggapan mengenai asi tidak bergizi jika berwarna bening adalah salah.
 
"Yang ngomong sebaiknya suruh diam kalau tidak mau dianggap durhaka. Kesalahan fatal ASI sbg cairan HIDUP disejajarkan susu kemasan yang mati berwarna PUTIH," ujarnya dalam penjelasan di unggahan akun instagramnya, pada 29 Agustus 2021 lalu.
 
 
Ia pun menjelaskan bahwa komposisi ASI setiap ibu itu berbeda. Bahkan dalam 1 ibu dalam waktu 24 jam, komposisi ASI bisa berbeda. Jika ASI berwarna bening, itu bukan berarti tidak bergizi. Menurutnya, justru ASI berwarna bening kaya akan protein, mineral, antibodi, bahkan probiotik.
 
"Komposisi ASI tiap ibu berbeda, bahkan pada ibu yang sama komposisinya tidak sama dalam 24 jam. Jika ASI bening, biasanya di awal bayi mau menyusu karena dia haus. Tapi bukan berarti isinya hanya 'air'! (ASI bening) kaya akan protein, antibodi, mineral, bahkan probiotik," jelas dr. Tan.
 
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa saat bayi menyusu, sebelum payudara kosong, maka cairan ASI akan berwarna putih. Sedangkan di awal saat payudara ibu terasa berat, cairan ASI yang pertama keluar adalah cairan bening. Keduanya memiliki kandungan gizinya masing-masing.
 
"Saat bayi menyusu terus, maka sebelum payudara kosong, ASI lebih banyak lemak dan lebih 'putih' anda tidak menyadari karena bayinya terus menyusu," ujarnya.
 
 
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa proses menyusui adalah proses alami yang tidak membutuhkan gelas ukur. Cukup tidaknya seorang bayi dalam mengkonsumsi ASI, dilihat dari bertambahnya berat badan, seringnya berganti popok, dan naiknya grafik tumbuh kembang.
 
"Menyusui adalah proses alamiah yang tidak membutuhkan gelas ukur sehingga mengetahui bayinya mendapat cukup asupan adalah dengan mengamati berapa kali bayinya ganti popok dan menimbang berat bayi setiap bulan, mengukur panjang badannya serta lingkar kepalanya-masukkan dalam aplikasi atau grafik tumbuh kembangnya," tuturnya.
 
Terakhir ia menghimbau untuk para ibu agar lebih giat dalam mencari tau dengan membaca. Meningkatkan literasi, bukan menjadi korban investasi ekonomi.
 
"Mari kita bangun negri berliterasi. Bukan jadi korban konsumsi investasi ekonomi. Taruhannya masa depan anak sendiri," pungkasnya.***

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

8 Resep Sehat dengan Berpikir Positif

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:19 WIB
X