Deteksi Dini dan Pengendalian Faktor Resiko Hepatitis Virus B

- Rabu, 11 Mei 2022 | 21:09 WIB
Deteksi Dini dan Pengendalian Faktor Resiko Hepatitis Virus B (Kemenkes)
Deteksi Dini dan Pengendalian Faktor Resiko Hepatitis Virus B (Kemenkes)

SurabayaNetwork.id – Penyakit Hepatitis Virus menjadi tantangan kesehatan yang tengah ditangani pemerintah Indonesia. Karenanya deteksi dini Hepatitis B perlu dilakukan.

Kasus ini menjadi perhatian serius setelah tiga pasien anak meninggal dunia di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo, Jakarta dengan dugaan hepatitis akut.

Kasus tersebut terjadi di waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir pada 30 April 2022.

Selain itu juga World Health Organization (WHO) memberi kabar bahwa terjadi kejadian luar biasa pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Baca Juga: Inilah Biografi Singkat dr. Zaidul Akbar, Penulis Buku Jurus Sehat Rasulullah: Resep Sehat Menghadapi Pandemi

Negara Indonesia menjadi negara terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR) setelah Negara Myanmar dengan endemistas tinggi untuk hepatitis virus B.

Hepatitis virus B merupakan penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B (VHB) adalah anggota virus dari famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Penularan untuk hepatitis virus B terjadi melalui parental. Dimana penularan ini terjadi dari Ibu ke bayi yang baru lahir atau dari anggota keluarga ke anak dan juga bisa melalui kontak seksual.

Baca Juga: Alin Pangalima, Mahasiswi yang Promosikan Ginjalnya untuk Biaya Membangun Jembatan

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pepino, Buah Unik dengan Banyak Manfaat

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:46 WIB
X