Apa Itu Tradisi Jamasan Pusaka? Kegiatan yang Rutin Dilakukan Setiap 1 Suro

- Rabu, 27 Juli 2022 | 16:57 WIB
Ilustrasi keris nogo sosro, Apa Itu Tradisi Jamasan? Kegiatan yang Rutin Dilakukan Setiap 1 Suro (Foto: istimewa)
Ilustrasi keris nogo sosro, Apa Itu Tradisi Jamasan? Kegiatan yang Rutin Dilakukan Setiap 1 Suro (Foto: istimewa)
 
SurabayaNetwork.id- Satu suro merupakan hari penting pada setiap tahun karena pada hari ini banyak sekali digelar berbagai upacara adat, salah satu upacara adat yang paling terkenal dalam setiap malam satu suro.
 
Jamasan merupakan sarana untuk menjaga pusaka- pusaka dengan cara memandikan atau membersihkan pusaka dengan upacara adat dengan tata cara tertentu dan umumnya dilaksanakan di waktu-waktu tertentu, seperti salah satunya di bulan Suro.

Tradisi jamasan merupakan tradisi yang ada di beberapa daerah khususnya di daerah pulau Jawa. Tradisi Jamasan banyak dilakukan pada bulan Suro atau Muharram.
 
 
Suro merupakan bulan pertama pada perhitungan tahun Jawa. Bulan Suro ini memang tidak terlepas dari tradisi-tradisi yang telah berkembang di masyarakat Jawa. Seperti
jamasan ataupun kirab pusaka. Selain adanya tradisi tersebut juga terdapat pantangan yang dipercayai oleh masyarakat Jawa seperti tidak melaksanakan hajatan di bulan Suro.
 
Perlu diketahui bahwa jamasan pusaka berasal dari bahasa Jawa kromo inggil, jamas berarti cuci, membersihkan. Selanjutnya, pusaka merupakan sebutan untuk benda-benda yang dikeramatkan.
 
Prosesi jamasan juga diperlukan ubo rampe yang digunakan pada ritual prosesi jamasan. Ubo rampe tersebut berupa bunga melati, bunga kantil, dupa atau menyan, air, kendi, dan kain mori, wewangian berupa parfum.
 
 
Bulan Suro juga adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa yang diyakini sebagai bulan keramat, penuh larangan, dan pantangan. Karenanya, masyarakat Jawa biasanya selalu menghindari bulan ini untuk melakukan kegiatan besar. Karena takut terkena tulah, seperti kesialan atau ‘apes’.

Maksud dan tujuan jamasan pusaka yakni untuk mendapatkan keselamatan, perlindungan, dan ketentraman.

"Jamasan pusaka yang terpenting kita dalam keadaan suci, karena dalam membersihkan pusaka, pastinya berkomunikasi dengan Sang Hyang Tunggal," kata Edwin.

"Berkomunikasi tentang rasa syukur kita telah diberikan kesempatan untuk merawat pusaka leluhur kita," Tuturnya lagi dia adalah. Kandjeng Raden Mas Panji (KRMP) Edwin Putrakusuma.Pemerhati benda pusaka yang sekaligus Sentana Dharah Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat.***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.
 
 

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Kue Lumpur Kentang Lembut dan Lumer di Mulut

Sabtu, 24 September 2022 | 20:34 WIB

9 Ciri Pasangan Selingkuh, Nomer 5 Sering Tidak Disadari

Jumat, 23 September 2022 | 17:05 WIB

25 Contoh Judul Skripsi Jurusan Ekonomi Manajemen

Jumat, 23 September 2022 | 16:40 WIB

5 Ciri-ciri Pasangan Selingkuh, Dijamin Akurat

Jumat, 23 September 2022 | 08:41 WIB
X