Intip Cara Belajar Damar Canggih Wicaksono, Putra Almarhum Dono Warkop yang Disebut sebagai Ahli Nuklir

- Kamis, 24 November 2022 | 05:54 WIB
Damar Canggih Wicaksono, Putra Almarhum Dono Warkop
Damar Canggih Wicaksono, Putra Almarhum Dono Warkop
SurabayaNetwork.id - Damar Canggih Wicaksono merupakan anak kandung dari Dono Warkop yang disebut-sebut sebagai pemuda ahli nuklir. 
 
Tidak hanya itu, fakta mengungkapkan betapa bagusnya almarhum Dono Warkop mendidik putranya tersebut hingga sukses meraih banyak penghargaan dan prestasi. 
 
Berkat ketekunan belajarnya Damar Canggih bisa mengenyam pendidikan di Swiss hingga akhirnya menjadi kebanggaan Indonesia atas prestasi-prestasi nya. 
 
 
Dikutip dari haibunda.com, Damar Canggih mewariskan kecerdasan sang ayah yang siapa sangka dibalik akting lucunya, Dono ternyata juga merupakan seorang dosen. 
 
Wahyu Sardono atau yang akrab disapa Dono, adalah seorang dosen sosiologi disamping kesibukannya sebagai aktor komedian. 
 
Alhasil, kecerdasan yang dimilikinya ternyata turun pada salah satu putranya yakni Damar Canggih Wicaksono
 
Damar terkenal dengan sebutan ahli nuklir karena tak lepas dari latar belakang pendidikannya yang mengambil kuliah di jurusan teknik nuklir. 
 
Akhir-akhir ini nama Damar Wicaksono banyak diperbincangkan lantaran sederet prestasi dan penghargaan yang diraihnya. 
 
Rupanya, sedari kecil Damar memang disebut sebagai kutu buku lantaran kesehariannya selalu dipenuhi dengan membaca. 
 
Keingintahuannya terhadap ilmu pengetahuan sangat besar terutama ilmu pengetahuan alam. 
 
Dikutip dari hipwee.com, sejak di bangku SMA Damar seringkali menghafal rumus-rumus matematika dan mencatatnya di pintu lemari pakaiannya. 
 
Uniknya dalam belajar ia menggunakan lampu senter untuk menerangi bukunya dengan alasan agar lebih fokus. 
 
Rupanya hal tersebutlah yang membawa dirinya menjadi anak yang jenius. 
 
Damar terkenal sebagai pekerja keras dalam soal belajar dibanding kedua saudaranya. 
 
Terbukti preferensinya soal pendidikan berbeda dari dua saudaranya itu. 
 
Kakak dan adiknya yang lebih memilih untuk mengambil jurusan sosial sehingga bekerja diranah media, lain halnya dengan Damar yang menjadikan passion-nya dibidang Sains sebagai basicnya masuk di UGM. 
 
Jurusan yang ia sasar juga nggak main-main. Damar berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Teknik Nuklir pada tahun 2009 dengan predikat cumlaude. 
 
Selisih setahun kemudian Damar mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan S2 nya di di Swiss dan berhasil lulus pada tahun 2012. 
 
Dia sukses dengan mengantongi gelar summa cum laude dari Institut Teknologi Federal di Swiss atau ETHZ dan Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPLF). Kedua institut yang bergabung dalam Institut Teknologi Konfederasi Swiss (ETH).
 
Tidak berhenti disitu, lantas Damar melanjutkan studi S3 nya untuk menjadi seorang ahli nuklir di kampus yang sama di usianya yang tergolong muda. 
 
Selain itu, ia juga dikenal aktif dan sempat memberikan kontribusi sebagai pembicara dalam Konferensi International Topical Meeting on Nuclear Reactor Thermalhydraulics (NURETH-16), di Chicago, Illinois, Amerika di tahun 2015 silam dan beberapa acara yang serupa di Jepang. 
 
Kini, dengan segudang prestasi yang berhasil diraih Damar hingga saat ini, ia hanya ingin meneruskan jejak ayahnya sebagai seorang dosen dan tidak pernah terpikirkan untuk terjun kedunia hiburan. 
 
 
Baginya menjadi dosen dan melakukan penelitian lebih menarik perhatiannya dibandingkan harus tampil dilayar kaca. ***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Fakta Unik Pada Kisah Cinta Boruto dan Sarada

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:11 WIB
X