Di Mana Kota ‘Gaib’ Saranjana? Adakah di Google Maps, Begini Keterangan dari Pua Leba

- Selasa, 24 Januari 2023 | 21:23 WIB
ilustrasi, Di Mana Kota ‘Gaib’ Saranjana? Adakah di Google Maps, Begini Keterangan Dari Pua Leba (Foto: unsplash)
ilustrasi, Di Mana Kota ‘Gaib’ Saranjana? Adakah di Google Maps, Begini Keterangan Dari Pua Leba (Foto: unsplash)
 
 
SurabayaNetwork.id- Akhir akhir ini netizen dibuat geger lantaran ada seorang tiktokers yang mengunggah sebuah foto yang diduga berlatar belakang kota ‘Gaib’ Saranjana
 
Kota ‘gaibSaranjana konon adalah kerajaan atau kota besar alam gaib, letaknya di bagian selatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.
Banyak warga lokal dan luar daerah yang mempercayainya, tidak sedikit yang mengaku pernah masuk ke kotanya.
 
Hal tersebut membuat pro kontra dikalangan netizen. Pasalnya akan ada film yang berjudul ‘Saranjana kota ghaib’, jadi netizen lainnya mungkin hal itu dibuat booming lantaran akan ada sebuah projek film tersebut. 
 
Sebagaimana dikutip SurabayaNetwork dari berbagai sumber, Saranjana Kota Ghaib adalah film horor Indonesia tahun 2023 produksi DHF Entertainment.
 
Fim ini disutradarai Johansyah Jumberan berdasarkan legenda urban mengenai sebuah kota gaib bernama Saranjana yang dikatakan terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Film yang juga diproduseri dan ditulis naskahnya oleh Johansyah ini direncanakan untuk tayang pada awal tahun 2023, dengan dibintangi Adinda Azani, Luthfi Aulia, Irzan Faiq, dan Ajeng Fauziah sebagai pemeran utama.
 
Kembali pada kasus mistis misteri kota gaib Saranjana, banyak yang meyakini jika lokasi Kota Saranjana memang di sekitar Bukit Mamake. Saat dilihat digoggle maps memang tidak ada gedung yang menjulang tinggi di sekitarnya. Secara keseluruhuan Bukit Mamake dipenuhi hutan saja.
 
 
Dan lebih terkejutnya lagi Pria bernama Pua Leba, seorang warga Desa Tanjung Lalak Utara, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, provinsi Kalimantan Selatan. Pua Leba, sehari-hari bekerja sebagai petugas di Kantor Kecamatan. Namanya dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Pua Leba terkenal di desa itu karena kota gaib Saranjana.
 
Seorang konten kreator YouTube juga mengulik tentang kota gaib Saranjana ini. "Penamaan Kota Saranjana berawal dari kisah legenda lokal dimana gunung Saranjana dipercaya sebagai jelmaan tokoh Sambu Ranjana dalam legenda Kerajaan Pulau Halimun," tutur Nessie Judge.
 
Kota Saranjana dipercaya sebagai kota yang tidak terlihat namun memiliki peradaban sangat canggih. Konon disana memiliki gedung mewah dan kendaraan terbang.
 
Konon dikabarkan warga Saranjana tidak memiliki filtrum atau garis bibir dibawah hidung.
 
Hal tersebut diungkapkan Pua Bela yang mengaku sebagai warga Saranjana karena memiliki KTP dan bisa keluar masuk ke kota satu ini.
 
Meskipun berada di Indonesia konon Saranjana memiliki bendera dan lambang sendiri.
 
Beberapa pengalaman artis ibu kota seperti Ari Lasso dan grup band Kotak yang manggung di Kotabaru telah di briefing oleh panitia untuk tidak terkejut jika ada keanehan pada penonton.
 
 
Pengalaman Ari Lasso saat manggung disana adalah memang selalu ada breafingan dari panitia agar manajer Ari lasso tidak mandi setelah acara konser selesai. 
 
Namun ia tetap mengingkarinya dan akhirnya terjadilah kecelakaan. Adapun yang membuat Ari Lasso bingung dan terkejut adalah saat ia manggung ia merasa ada 12000 orang yang menonton konsernya, namun saat ia mau kembali dan masuk ke mobil dalam sekejap sebagian penonton hilang.
 
Lain cerita dengan grub band Kotak, ia juga mengungkapkan bahwa mereka dibreafing agar tidak terkejut bila mama sebagian penonton itu seperti aneh. 
 
Didepan panggung ya layaknya seperti penonton konser, bernyanyi, berjoget. Sedang kan penonton mulai dari tengah hingga ke belakang itu memang aneh menurut kotak, karena mereka semua memandang dengan tatapan kosong. 
 
Berikut Sejarang kota Saranjana yang dimiliki oleh  Nessi judge. Dalam jurnal Saranjana in Historical Record: The City’s Invisibility in Pulau Laut, South Kalimantan oleh Mansyur dari Universitas Lambung Mangkurat menganalisis Saranjana dalam catatan sejarah.
 
 
Menurutnya, Saranjana adalah pemukiman suku Dayak. Suku Dayak itu adalah Dayak Samihim sub suku Dayak yang tinggal di wilayah timur laut Kalimantan Selatan.
 
Kerajaan mereka dikenal dengan Nan Sarunai yang dirusak pasukan Jawa yang dipanggil dari Marajampahit atau Majapahit. Jurnal ini juga menyatakan Kerajaan Saranjana muncul sebelum 1660-an dengan kepala suku Sambu Ranjana.
 
Konon, kota itu terlihat seperti adanya gedung pencakar langit, tetapi saat didekati kota tersebut berubah menjadi gunung yang berbatasan dengan laut. Seluruh penduduknya hidup kaya raya dan sejahtera.***
 
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.
 
 

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X