Pernah Punya Senjata Nuklir, Bagaimana Ukraina Bisa Diserang Rusia?

- Senin, 14 Maret 2022 | 21:55 WIB
Ilustrasi tentara Ukraina, Pernah Punya Senjata Nuklir, Bagaimana Ukraina Bisa Diserang Rusia?
Ilustrasi tentara Ukraina, Pernah Punya Senjata Nuklir, Bagaimana Ukraina Bisa Diserang Rusia?
 
 
SurabayaNetwork.id - Konflik Rusia dan Ukraina masih belum berakhir, dua negara bekas pecahan Uni Soviet ini masih bersitegang bahkan sejak awal berdiri. Jika Ukraina pernah punya nuklir, mengapa bisa diserang Rusia?
 
Ancaman penyerangan menggunakan senjata nuklir oleh negara yang dipimpin Vladimir Putin bisa terjadi. Namun, tahukah kawan bahkan dulu Ukraina punya senjata nuklir dan yang terbanyak di masa perang dingin.
 
Di masa Uni Soviet, Ukraina pernah menjadi pemilik senjata nuklir ketiga terbesar di dunia dengan kurang lebih 5000 hulu ledak nuklir sebagai perlindungan diri dari NATO. Setelah Uni Soviet runtuh, keberadaan senjata nuklir ini masih berada di Ukraina, tetapi pemicunya masih berada di Moskow, Rusia.
 
 
Di satu sisi, Ukraina yang menjadi tempat peluncuran hulu ledak itu merasa beruntung karena memiliki senjata yang ditakuti, akan tetapi ada masalah lain berupa perawatan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
 
Selain itu, masalah internal seperti memulihkan ekonomi dan status kemerdekaan jadi perhatian pemerintah Ukraina.
 
Untuk mengatasi salah tersebut, negara-negara besar seperti Amerika, Rusia, dan Inggris menawarkan bantuan perlindungan kepada Ukraina serta mengakui kemerdekaannya pada tahun 1994. 
 
 
Bersama Kazakhstan dan Belarusia selaku negara-negara yang memiliki senjata nuklir di era Soviet, mereka menandatangani perjanjian yang dilaksanakan di Budapest, Hungaria tanggal 6 Desember 1994. Mereka menandatangani Memorandum Budapest, dimana isi perjanjian itu meliputi:
 
1. Menghormati kemerdekaan dan kedaulatan Belarusia, Kazakh, dan Ukraina di perbatasan (sekitar Rusia) yang ada.
 
2. Menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap Belarus, Kazakhstan atau Ukraina.
 
3. Menahan diri dari menggunakan tekanan ekonomi di Belarus, Kazakhstan atau Ukraina untuk mempengaruhi politik mereka.
 
 
4. Segera mencari tindakan Dewan Keamanan untuk memberikan bantuan kepada Belarus, Kazakhstan atau Ukraina jika mereka "harus menjadi korban tindakan agresi atau objek ancaman agresi di mana senjata nuklir digunakan".
 
5. Menahan diri dari penggunaan senjata nuklir terhadap Belarus, Kazakhstan atau Ukraina.
 
6. Saling konsultasi satu sama lain jika muncul pertanyaan mengenai komitmen (dari perjanjian) tersebut.
 
Efek Perjanjian 
Kendati perjanjian tersebut telah mengatur banyak pihak, nyatanya invasi masih terjadi khususnya di Ukraina yang merupakan pintu masuk ke Rusia dari uni Eropa.
 
 
Oleh karenanya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengancam akan menarik Ukraina dari Perjanjian Budapest yang membuat negaranya mudah diserang setelah hulu ledak nuklirnya diamankan. ***
 

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabar Terbaru Tentang Ukraina dan Rusia

Senin, 4 Juli 2022 | 19:44 WIB

5 Fakta Menarik Tentang Sungai Aare di Swiss

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:10 WIB
X