Tradisi Kuno Chhaupadi, Budaya Pengasingan Wanita Saat Menstruasi Diungkap oleh Seniman India Paulomi Basu

- Kamis, 19 Mei 2022 | 13:06 WIB
tradisi chhaupadi India
tradisi chhaupadi India
SurabayaNetwork.id - Hasil foto Seniman Paulomi Basu tentang tradisi Kuno Chhaupadi yang menyayat hati kini tampil di Festival Fotografi 2022.
 
Tradisi Kuno Chhaupadi yang terkenal di Nepal dan India diperkenalkan Seniman India Paulomi Basu kepada dunia melalui proyek Bloods speak pada 2013. 
 
Tradisi Kuno Chhaupadi di lingkungan masyarakat yang mempraktikkan budaya ini, perempuan dipaksa tinggal di gubuk atau di kandang ternak yang tidak layak huni setiap mereka mengalami menstruasi
 
Mereka diasingkan karena dianggap mengotori kesucian komunitas dan tidak pantas berada di tengah-tengah masyarakat. 
 
 
Dikutip SurabayaNetwork.id dari laman Instagram @viceind, hasil jepretan Basu yang menyayat hati terutama para perempuan kini tampil di Festival fotografi yang di agendakan di Melbourne, Australia. 
 
Tradisi Hindu ini berawal dari tahayul yang kerap dikaitkan dengan kisah guru Visharupa yang dibunuh raja para dewa Indra. 
 
Karena dikutuk, Dewa Indra berusaha meringankan dosa dengan membagikannya pada empat elemen yaitu: sungai, pohon, tanah, dan perempuan. 
 
Darah menstruasi dianggap menjadi pengampunan dosa, sehingga perempuan haid dicap tidak tersentuh dan setiap kontak dengan mereka dianggap tidak suci. 
 
Tidak hanya itu, jika wanita haid tidak sengaja menyentuh seseorang maka seseorang tersebut wajib disucikan dengan air seni sapi yang dianggap suci. 
 
Wanita haid juga mempunyai pantangan makanan diet bergizi seperti susu, daging, buah dan sayuran. Mereka harus bertahan hidup dengan memakan nasi dan garam serta sereal atau makanan kering. 
 
Bloods speak merupakan proyek Basu bersama badan amal Water Aid, namun akhirnya menjadi kampanye visual tentang kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Proyek ini diangkat isunya hingga ke ranah global. 
 
Dikutip dari Wikipedia, dari proyek tersebut Paulomi Basu menerima penghargaan Medali Tudung dari Royal Photografi Society pada tahun 2017. 
 
Basu sendiri mengaku pernah mengalami hal serupa sebagai wanita Hindu ketika menstruasi. Dia menuturkan dalam laman Instagram pribadinya bahwa dia tidak diperbolehkan untuk hadir di perayaan-perayaan saat menstruasi
 
 
Dia juga mengungkapkan dirinya mengalami budaya ini namun tidak seekstrem mereka yang diperlakukan bagai binatang, dianiaya hingga dibunuh. ***
 

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Fakta Menarik Tentang Sungai Aare di Swiss

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:10 WIB
X