Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dzulhijjah

- Kamis, 16 Juni 2022 | 14:27 WIB
Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dzulhijjah ( Pexels/Chattrapal (Shitij) Singh)
Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dzulhijjah ( Pexels/Chattrapal (Shitij) Singh)
 
 
SurabayaNetwork.id - Bulan Dzulhijjah penuh dengan keutamaan dan kebaikan.
 
Seperti diketahui bahwa pada bulan Dzulhijjah, umat muslim melaksanakan Hari Raya Idul Adha dan Ibadah Qurban.
 
Akan tetapi, dalam artikel ini akan dipaparkan kaitannya dengan kumpulan hadits tentang keutamaan bulan Dzulhijjah.
 
 
Apabila kita sudah mengetahui keutamaan dan kebaikannya apa saja. Tentu kita akan berusaha memaksimalkan amalan-amalan selama menjalani bulan Dzulhijjah.
 
Dikutip dari buku karangan Abu Salma Al-Atsari. Berikut kumpulan hadits dan artinya tentang keutamaan bulan Dzulhijjah.
 
1. Bulan yang tidak memiliki kekurangan 
 
Dari Abî Bakrah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabî Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda : “Dua bulan yang tidak memiliki kekurangan, adalah bulan ‘îd Ramadhân dan Dzul Hijjah.” (Muttafaq ‘alaihi). 
 
2. Bulan disempurnakannya agama Islâm 
 
Dari ‘Umar bin al-Khaththâb radhiyallâhu ‘anhu, bahwa seorang Yahudi berkata kepada beliau, “Wahai Amîrul Mu’minîn, ada satu ayat di dalam kitab kalian yang kalian membacanya, sekiranya ayat tersebut turun pada Yahudi niscaya akan kami jadikan hari ‘îd (perayaan) kami.” ‘Umar bertanya, “Ayat yang manakah?” Yahudi itu berkata, “yaitu  ayat yang berbunyi, ‘Pada hari ini telah kusempurnakan  untuk kalian agama kalian dan aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian serta Aku Ridhai Islam sebagai agama kalian.’ ‘Umar radhiyallâhu ‘anhu berkata, “kami telah mengetahui  hari dan tempat diturunkannya ayat ini kepada Nabî  Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam, dan beliau saat itu sedang  berdiri (berkhutbah) di ‘Arofah pada hari Jum’at.” (Muttafaq ‘alaihi). Hari ‘Arofah adalah pada bulan Dzul Hijjah. 
 
3. Bulan yang di dalamnya ada sepuluh hari yang ibadah di dalamnya lebih mulia daripada jihâd 
 
Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhuma beliau berkata, Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Tidak ada hari-hari untuk beramal shâlih di dalamnya yang lebih dicintai oleh Allôh melebihi daripada sepuluh hari ini.” Para  sahabat bertanya, “Wahai Rasūlullâh, tidak pula jihâd fî  sabîlillâh?”. Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Tidak pula jihâd fî sabîlillâh. Kecuali seorang lelaki yang keluar jiwa dan hartanya (untuk berperang), dan  ia tidak kembali membawa sesuatu apapun.” (HR Bukhârî). Maksudnya sepuluh hari pada awal bulan Dzul Hijjah.
 
4. Bulan yang di dalamnya terdapat hari Arafah yang apabila berpuasa pada hari tersebut, niscaya dosanya  setahun sebelumnya dan sesudahnya diampuni oleh Allôh 
 
Dari Abî Qotâdah radhiyallâhu ‘anhu, Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersanda : “Puasa Arafah, saya mengharapkan kepada Allôh agar mengampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya…” (HR Muslim) 
 
5. Bulan yang di dalamnya terdapat hari ’Ỉdul Adhhâ dan hari Tasyrîk yang merupakan hari makan dan minum. 
 
Dari ‘Uqbah bin ‘Ậmir radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata :  Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Hari ‘Arofah, hari an-Nahr (‘îdul adhhâ) dan hari taysrîk,  merupakan ‘îd (perayaan) kami ummat Islâm, yaitu hari  makan dan minum.” (HR Muslim) 
 
6. Bulan yang tidak ada hari di dalamnya, Allôh lebih  banyak menyelamatkan hamba-Nya dari siksa neraka 
 
Dari ‘Ậ`isyah radhiyallâhu ‘anhâ beliau berkata :  Sesungguhnya Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam  bersabda : “Tidak ada hari yang lebih banyak Allôh  membebaskan hamba dari neraka selain pada hari ‘Arofah.” (HR Muslim). 
 
7. Bulan yang di dalamnya terdapat hari haji besar
 
Dari ‘Abdullâh bin ‘Umar radhiyallâhu ‘anhumâ, bahwa Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam berwukuf pada hari an-Nahar (hari penyembelihan/’îdul adhhâ) di antara  tempat melempar jumrah (baru kerikil) pada saat beliau sedang berhaji, kemudian beliau berkata : “Hari apa sekarang?” Para sahabat menjawab, “hari an-Nahar”. Lantas Nabî bersabda : “Hari ini adalah hari haji besar.” (HR Bukhârî). 
 
8. Bulan yang di dalamnya terdapat hari yang paling agung 
 
Dari ‘Abdullâh bin Qorth dari Nabî Shallâllâhu alaihi wa Sallam beliau berkata : “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allôh Tabâroka wa Ta’âlâ adalah hari an-Nahar (‘îdul adhhâ) dan hari al-Qurr (sehari setelah ‘îdul adhhâ,  tanggap 11 Dzhul Hijjah).” (HR Ahmad). 
 
Demikianlah hadits terkait keutamaan Dzulhijjah.***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X