Contoh Teks Pidato Perayaan Tahun Baru Islam, Tema Perjuangan Rasulullah Berdakwah

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:44 WIB
conoth teks pidato perayaan tahun baru Islam
conoth teks pidato perayaan tahun baru Islam
SurabayaNetwork.id - Pidato adalah salah satu jenis tulisan yang cukup sering digunakan untuk mengutarakan sesuatu baik secara formal maupun non formal. 
 
Ada banyak contoh pidato yang bisa kamu gunakan untuk acara yang akan kamu hadiri. 
 
Jenis pidato tersebut tentunya perlu disesuaikan dengan konteks dan topik yang ingin dibawakan. 
 
Meskipun dapat digunakan di berbagai topik berbeda, namun untuk membuat pidato kamu perlu memperhatikan struktur wajibnya. 
 
 
Berikut ini adalah beberapa contoh teks pidato tema perjuangan Rasulullah untuk berdakwah, dilansir dari berbagai sumber.
 
Contoh 1
 
Assalamualaikum warahmatullah.
 
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, arrahmanirrahim maliki yaumid din, wa shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin khatamin Nabiyyina wa imamil mursalin, wa ‘ala alihi thahiriina wa shahabatihi ajma’in, amma ba’du.
 
Yang terhormat pembawa acara
Yang terhormat para pembicara
Dan saudara-saudari sekalian.
 
Pertama, marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah swt segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dia yang telah memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita semua, sehinga kita dapat menghadiri pertemuan di tempat ini.
 
Kedua kalinya shalawat dan salam mudah-mudahan tetap atas junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah menunjukkan jiwa kita dari sifat yang tercela menuju sifat yang baik, dan yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan kekafiran, menuju cahaya yang terang benderang, yaitu agama Islam.
 
Hadirin sekalian.
 
Mari kita mengikat kembali perjuangan Rasulullah untuk menegakan Islam di seluruh dunia.
 
Perjuangan Rasulullah Selama Berdakwah Islam. Selama 3 tahun dakwah islam dilakukan secara sembunyi-sembunyi. 
 
Pada saat itu Islam merupakan agama yang baru saja dikenali oleh orang-orang, jadi tidak bisa langsung secara tiba-tiba meminta orang untuk mengimani Allah dan Rasul.
 
Walaupun sebelumnya memang orang ada yang menganut agama nabi Ibrahim yaitu tauhid menyembah kepada Allah SWT, tetapi mayoritas menyembah berhala.
 
Pertama yang beriman kepada Rasulullah SAW? Siti Khadijah. 
 
Lalu siapakah laki-laki yang pertama kali beriman dari kalangan dewasa? Abu bakar as Siddiq radi allahu anhu. 
 
Siapakah anak laki-laki yang pertama kali beriman kepada Allah SWT? Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.
 
Beberapa orang tersebut yang masuk dengan golongan orang pertama masuk Islam. 
 
Setelah 3 tahun berdakwah secara sembunyi-sembunyi, mulailah dari situ Rasulullah dakwah secara terang-terangan.
 
Dari sinilah mulai berbagai macam penyiksaan yang dialami oleh orang Islam. 
 
Ingat Bilal bin Rabah? Beliau seorang budak berkulit hitam yang ditelanjangi dan diseret menuju padang pasir.
 
Diletakkan batu yang sangat besar serta dipaksa untuk mengatakan bahwa Tuhannya adalah lata uzza dan berhala-berhala. Namun Bilal berkata Tuhanku adalah Allah yang Maha Esa.
 
Begitu pula dengan budak yang lain bernama Sumayyah yang dikatakan sebagai syuhada pertama saat dipaksa mengatakan Tuhannya berhala.
 
Sumayyah yang tetap mengakui lailahailallah Tuhanku adalah Allah tiada Tuhan selain Allah. Kemudian ia ditusuk dari kemaluannya tembus ke leher, hanya beriman kepada Allah SWT kemudian harus mendapatkan hal demikian.
 
Hadirin yang semoga selalu dalam Rahmat Allah SWT.
 
Perjuangan sangat berat sekali sampai pada saat tahun 7 kenabian orang Islam, khususnya Bani Hasyim diboikot dan diasingkan tidak boleh berada di Mekkah.
 
 
Selama 3 tahun orang Islam hidup sangat menderita, mereka kelaparan sehingga memakan dedaunan sampai akhirnya Siti Khodijah jatuh sakit dan meninggal dunia.
 
Maka dalam sejarah Islam hal ini disebut sebagai tahun kesedihan Rasulullah SAW. 
 
Karena tidak hanya istrinya yang wafat dalam waktu berdekatan pamannya yang sudah mengasuh Rasul dari usia 8 tahun juga wafat.
 
Olah karenanya, mengingat betapa berat perjuangan Rasulullah, maka sudah menjadi keharusan untuk kita umat penerus Rasullullah untuk berjuang membela agama Allah. Sama seperti yang Rasullullah lakukan dahulu.
 
Marilah kita bersama-sama berusaha menjadi hamba Allah dan umat Rasulullah yang hidup sesuai Al Qur'an ajarkan.
 
Dan akhirnya bisa bertemu kembali dengan Rasulullah di surga nantinya. Aamiin.
 
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya sama memohon maaf.
 
Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullah.
 
Contoh 2
 
Assalamu ‘alaikum warahmatullaah.
 
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, arrahmanirrahim maliki yaumid din, wa shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin khatamin Nabiyyina wa imamil mursalin, wa ‘ala alihi thahiriina wa shahabatihi ajma’in, amma ba’du.
 
Yang terhormat pembawa acara
Yang terhormat para pembicara
Dan saudara-saudari sekalian.
 
Pertama, marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah swt segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dia yang telah memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita semua, sehinga kita dapat menghadiri pertemuan di tempat ini.
 
Kedua kalinya shalawat dan salam mudah-mudahan tetap atas junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah menunjukkan jiwa kita dari sifat yang tercela menuju sifat yang baik, dan yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan kekafiran, menuju cahaya yang terang benderang, yaitu agama Islam.
 
Ketiga kalinya, tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada saudara protokol, yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato di hadapan saudara-saudara sekalian. Saya berdiri di hadapan hadirin sekalian akan menyampaikan pidato dengan tema: "PERJUANGAN HIDUP".
 
"Dari Abdullah bin Mas'ud ra. ia bertanya: 'Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?' Nabi menjawab: 'Shalat tepat waktu.' Lalu aku (Ibnu Mas'ud bertanya: "Kemudian amal apa lagi?' Beliau menjawab: 
 
“Berbakti kepada kedua ibu bapak.’ Aku bertanya lagi: selanjutnya apa lagi?’ Beliau menjawab: Jihad di jalan Allah.”
 
Menurut hadis ini, kita sebagai orang Islam harus menjalankan tiga pekerjaan yang paling disenangi oleh Allah, yaitu: Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjuang di jalan Allah.
 
Kita sebagai ciptaan Allah, harus mengabdikan diri kepada-Nya, dengan cara menjalankan shalat tepat pada waktunya, dan mengerjakan semua kewajiban kita yang telah ditetapkan oleh Allah. Islam melarang kepada umatnya bermalas-malasan, tidak mau bekerja, dan hanya menantikan keajaiban yang datang dari langit. Tetapi Islam mengajarkan kepada kita giat berusaha untuk memenuhi kebutuhan kita untuk mencari ridha Allah. Allah akan memberikan pertolongan kepada kita, jika kita mau menjalankan semua perintah-Nya, seperti shalat dan mengerjakan kewajiban-kewajiban yang lain.
 
Di samping melakukan shalat tepat waktu, kita wajib taat kepada kedua orang tua. Nabi Muhammad saw bersabda: "Keridhaan Allah tergantung keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung kemurkaan kedua orang tua.”
 
Menurut hadis ini, kita wajib taat kepada kedua orang tua kita apabila mereka menyuruh kita untuk melakukan sesuatu, asalkan tidak pada kemaksiatan. Sebab merekalah yang mendidik kita sejak kecil hingga kita dewasa.
 
Ibu yang telah melahirkan kita di dunia ini, dan bapak yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk biaya sekolah dan kebutuhan kita setiap hari. Kita dapat belajar di sekolah, kita mendapat berbagai macam ilmu pengetahuan dan dicukupi segalakebutuhan hidup kita. Karena itu, tentu saja kita harus taat kepadanya, asalkan tidak untuk berbuat maksiat kepada Allah.
 
Akhirnya, kita harus berjuang dalam hidup kita. Karena dengan perjuangan, kita akan mendapatkan keberuntungan. Orang yang tidak berjuang dalam hidupnya bagaikan orang mati. Oleh karera itu, marilah kita berjuang di mana dan kapan saja demi agama kita, untuk sekolahan, dan untuk negara kita tercinta dengan disertai mengharap rahmat dan ridha dari Allah yang Maha Kuasa.
 
Demikian apa yang bisa saya sampaikan lewat pidato singkat ini, apabila ada kurang lebihnya, kesalahan dan kekurangannya, sebagai manusia biasa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirnya,
 
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
 
 
 
Demikianlah contoh teks pidato tema perjuangan Rasulullah dalam berdakwah.
 
Semoga bermanfaat.
***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X