3 Contoh Teks Pidato Tentang Puasa Sunah Arafah, Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya

- Selasa, 28 Juni 2022 | 10:51 WIB
3 Contoh Teks Pidato Tentang Puasa Sunnah Arafah, Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
3 Contoh Teks Pidato Tentang Puasa Sunnah Arafah, Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya

 
SurabayaNetwork.id - Puasa sunnah merupakan ibadah istimewa yang pahalanya tidak terbatas. 
 
Semakin berkualitas puasa seorang, semakin Allah cinta dan semakin besar pula pahalanya.
 
Jika ibadah lain pahalanya 10 sampai 700 kali, puasa lebih dari itu. 
 
Allah sendiri yang akan menilai puasa dan memberikan pahalanya hingga tak terbatas.
 
 
Maka, di antara hal yang perlu dilakukan adalah mengamalkan sunnah Ramadhan yang telah Rasulullah ajarkan.
 
Dibawah ini adalah kumpulan pidato dan ceramah mengenai puasa Sunnah, dirangkum oleh Surabaya Network.
 
Khutbah Pertama
 
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
 
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
 
اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
 
Amma ba’du …
 
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …
 
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman. Itulah nikmat yang paling besar yang wajib kita syukuri.
 
Dan kita diperintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya. Perintah takwa ini sebagaimana disebutkan dalam ayat,
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
 
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
 
Shalawat dan salam kepada sayyid para nabi, nabi akhir zaman, rasul yang syariatnya telah sempurna, rasul yang mengajarkan perihal ibadah dengan sempurna. 
 
Semoga shalawat dari Allah tercurah kepada beliau, kepada istri-istri beliau, para sahabat beliau, serta yang disebut keluarga beliau karena menjadi pengikut beliau yang sejati hingga akhir zaman.
 
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …
 
Pada hari tarwiyah, 8 Dzulhijjah kali ini, kita akan pelajari tentang satu hadits saja yang membicarakan keutamaan puasa Arafah, 9 Dzulhijjah. Moga jadi pelajaran berharga di dalamnya pada Jumat kali ini.
 
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
 
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)
 
Lantas, apa saja faedah penting dari hadits puasa Arafah?
 
Pertama: Hadits ini menunjukkan keutamaan dari puasa Arafah, dan besarnya pahala puasa tersebut pada sisi Allah karena disebutkan pahalanya adalah menghapuskan dosa dua tahun.
 
Kedua: Puasa Arafah diperintahkan kepada orang yang tidak berhaji sedangkan orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melakukan puasa ini, bahkan yang sesuai sunnah mereka (jamaah haji) tidak berpuasa Arafah karena mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 
Ketiga: Boleh melakukan puasa Arafah pada hari Jumat walaupun berpuasa pada hari Jumat saja tanpa diikuti dengan puasa pada hari sebelum dan sesudahnya. Begitu pula boleh berpuasa pada hari Sabtu walau bersendirian karena puasa Arafah pada hari Sabtu adalah puasa yang punya sebab.
 
Keempat: Dosa yang terampuni adalah dosa kecil (ash-shaghair). Adapun dosa besar (al-kabair) seperti zina, maka riba, sihir, dan lainnya mesti dengan taubat untuk menghapusnya, tidak cukup dengan melakukan amalan saleh semata. Demikian pendapat dari jumhur atau kebanyakan ulama. Namun Syaikhu Islam Ibnu Taimiyah masih berpendapat pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil dan dosa besar, sebagaimana bahasan beliau dalam Majmu’ah Al-Fatawa, 7:489.
 
Kelima: Disunnahkan bagi setiap muslim untuk semangat berdoa pada hari Arafah karena berharap doa-doanya diijabahi (dikabulkan), karena kondisi orang yang berpuasa juga adalah kondisi mustajabnya doa. Doa ketika berbuka puasa juga adalah doa yang lebih mudah untuk dikabulkan.
 
Keenam: Disunnahkan bertakbir bakda shalat Shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga hari tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah, pada waktu Ashar). Ucapan takbirnya adalah: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA LILLAHIL HAMD.
 
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya, “Hadits apa yang mendukung amalan takbir dari shalat Shubuh pada hari Arafah hingga hari tasyrik yang terakhir?” Jawab beliau, “Dalilnya adalah ijmak (kata sepakat para ulama), didukung dengan pendapat ‘Umar, ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhum. Lihat Al-Mughni, 3:289,; Al-Majmu’ Imam Nawawi, 5:35; Irwa’ Al-Ghalil, 3:125.
 
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “
 
غَدَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مِنًى إِلَى عَرَفَاتٍ مِنَّا الْمُلَبِّى وَمِنَّا الْمُكَبِّرُ
 
“Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR. Muslim, no. 1284)
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
 
أَصَحُّ الْأَقْوَالِ فِي التَّكْبِيرِ الَّذِي عَلَيْهِ جُمْهُورُ السَّلَفِ وَالْفُقَهَاءِ مِنْ الصَّحَابَةِ وَالْأَئِمَّةِ : أَنْ يُكَبِّرَ مِنْ فَجْرِ يَوْمِ عَرَفَةَ إلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ عَقِبَ كُلِّ صَلَاةٍ
 
“Pendapat yang paling tepat dalam waktu bertakbir yang dipegang oleh jumhur salaf dan fuqoha dari kalangan sahabat dan ulama madzhab, adalah dari waktu fajar pada hari Arafah hingga hari tasyrik terakhir setiap bakda shalat.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 24:220-222)
 
Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.
 
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
 
Wassalamu'alaikum warahmatullah.
 
Khutbah 2
 
Assalamualaikum wr. wb
 
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman. Itulah nikmat yang paling besar yang wajib kita syukuri.
 
Shalawat dan salam kepada sayyid para nabi, nabi akhir zaman, rasul yang syariatnya telah sempurna, rasul yang mengajarkan perihal ibadah dengan sempurna. 
 
Semoga shalawat dari Allah tercurah kepada beliau, kepada istri-istri beliau, para sahabat beliau, serta yang disebut keluarga beliau karena menjadi pengikut beliau yang sejati hingga akhir zaman.
 
Hadirin yang dirahmati Allah.
Berpuasa sunnah yang dilakukan di luar bulan suci Ramadhan, tidak hanya akan menambah pahala dan ketakwaan kepada Allah SWT. 
 
Namun dengan kita melaksanakan ibadah puasa sunnah juga dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik, mental dan juga membentuk kepribadian menjadi lebih baik lagi.
 
Hadirin sekalian....
 
Segudang manfaat saat melaksanakan ibadah puasa sunnah antara lain :
 
Yang pertama, tubuh menjadi lebih sehat.
 
Dengan melatih diri berpuasa, akan menjadikan tubuh menjadi sehat. Menjadikan sistem pencernaan akan menjadi lancar dan sehat. 
 
Selain itu, berpuasa dapat melatih kecerdasan emosional sehingga kita dapat mengontrol diri sehingga tidak mudah depresi atau stres.
 
Kedua, menjadikan jiwa kuat
 
Selama berpuasa, kamu dituntut untuk melawan hawa nafsu dan lebih bisa bersikap sabar dalam menghadapi setiap cobaan yang hadir. 
 
Kamu juga akan merasa tenang selama berpuasa karena amalan ini juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
 
Ketiga, menahan diri dalam keburukan.
 
Selanjutnya, manfaat puasa juga dapat melatihmu untuk mengurangi kebiasaan buruk yang biasanya kamu lakukan. 
 
Misalnya, terlalu banyak mengonsumsi kafein, gula atau makanan-makanan manis. 
 
Sehingga jika kamu berpuasa, konsumsi makanan atau minuman tersebut menjadi berkurang.
 
Keempat, menjadi lebih disiplin.
 
Manfaat puasa senin kamis selanjutnya adalah dapat melatih seseorang untuk selalu disiplin dalam segala hal. 
 
Hal ini, secara tak langsung kamu merasa Allah SWT selalu mengawasi setiap tindakan yang kamu lakukan, sehingga kamu akan selalu mawas diri dan menghindari segala hal yang dapat menimbulkan dosa dan dapat membatalkan puasa.
 
Selain itu, dengan berpuasa kamu akan lebih terdorong untuk meningkatkan ibadah maupun amalan-amalan lainnya yang pastinya akan mendatangkan pahala dari Allah SWT.
 
Kelima, latihan melawan hawa nafsu.
 
Dengan berpuasa, akan meminimalkan pengaruh-pengaruh syaitan pada manusia untuk berbuat maksiat atau melakukan hal-hal lainnya yang dilarang oleh Allah SWT. 
 
Dengan begitu, kita bisa meredam hawa nafsu untuk melakukan perbuatan yang tidak dibolehkan oleh Allah SWT. 
 
Olehkarena itu, pada momen ini marilah kita berusaha untuk melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan tepat.
 
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu'alaikum wr wb.
 
Khutbah 3
 
Assalamualaikum Wr. Wb.
 
Kaum muslimin muslimat yang kami hormati, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.
 
Karena pada pagi yang cerah ini kita diberikan rahmat dan ridho-Nya sehingga dapat berkumpul di sini tanpa ada halangan suatu apapun.
 
Sholat serta salam semoga juga senantiasa tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad Saw. Semoga kita termasuk umat-umat yang bertemu dan mendapat syafaat beliau di akhirat.
 
Hadirin sekalian yang berbahagia, selain diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. 
 
Cara mengerjakannya sama seperti melaksanakan puasa ramadhan, yaitu dimulai dari trbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. 
 
Dalam pelaksanaan puasa sunnah ini dikaitkan dengan bulan, hari, dan tanggal. 
 
Puasa sunnah ini apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak akan berdosa.
 
Ada berbagai macam puasa sunnah yaitu puasa Syawal, puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijah), puasa hari Senin Kamis dan puasa Sunnah lainnya. 
 
Puasa syawal dilaksanakan sesudah tanggal 1Syawal selama enam hari. Boleh dikerjakan berturut-turut atau berselang-seling. 
 
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu ketika orang yang melaksanakan ibaadah haji sedang wukuf dipadang Arafah. 
 
Keistimewaan puasa Arafah adalah bahwa puasa ini dapat menghapus dosa selama dua tahun. Di dalam sebuah hadis:
 
Artinya: Dai Abu Qatadah, nabi saw., telah berkata, puasa hari arafah itu menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. (H.R. Muslim). Itulah keistimewaan puasa ini.
 
Sedangkan puasa Hari Senin Kamis adalah puasa sunnahyang dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Dalam sebuah Hadis:
 
Artinya: Rasulullah bersabda: ditempakan aal-amal umatku pada hari senin dan kamis dan aku senang amalku ditempakan, maka aku berpuasa (H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi).
 
Tapi ada beberapa waktu yang diharamkan untuk berpuasa yaitu yang pertama adalah pada hari raya Idul fitri dan Idul Adha, hari tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah. 
 
Selain itu diharamkan juga berpuasa pada hari-hari yang diragukan. Di sini maksudnya adalah misalnya kita ragu apakah hari itu sudah tanggal 1 ramadhan atau belum.
 
Allah SWT memerintahkan kita berpuasa, tentu saja ada hikmah di dalamnya. 
 
Diantaranya adalah dengan berpuasa, kita dapat meningkatkan iman dan takwa serta mendorong kita untuk rajin bersyukur kepada Allah SWT. 
 
Yang kedua, puada juga menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama terutama kasih sayang terhadap fakir miskin. 
 
Yang ketiga adalah bahwa berpuasa melatih dan mendidik kita untuk bersabar dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Hikmah selanjutnya adalah bahwa berpuasa dapat mengendalikan hawa nafsu kita terhadam makanan, minuman,dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari. 
 
Selanjutnya, puasa juga mendidik kita untuk bersifat siddiq karena dengan berpuasa dapat menjaga diri dari sifat pendusta. 
 
Hikmah yang terakhir adalah dengan berpuasa, kita mendapatkan waktu istirahat bagi organ-organ tubuh kita.
 
Hadirin yang berbahagia, saya kira cukup sekian dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. 
 
Wabillaahi taufik walhidaayah wassalaamu'alaikum warahmatullahi wr wb
 
Demikianlah kumpulan contoh teks pidato atau ceramah tema puasa Sunnah, cocok untuk momentum puasa Sunnah Arafah dan puasa Sunnah lainnya.
***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X