Pisahkan Tempat Tidur Anak Sejak Dini, Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sesuai Al Quran dan Hadits

- Rabu, 29 Juni 2022 | 19:27 WIB

SurabayaNetwork.id - Anak adalah amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orangtua untuk dididik agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Untuk memaksimalkan tuganya mendidik anak, orangtua perlu belajar tentang parenting khususnya yang kaitannya dengan memisahkan tempat tidur anak sejak dini.

Al-qur'an dan hadits tentu sudah menjelaskan terkait ini, bagaimana sebaiknya mengatur tempat tidur anak? Apakah perintah memisahkan tempat tidur anak juga berarti memisahkan kamar mereka? dan berbagai pertanyaan lainnya yang menjadi benak orangtua.

Dalam artikel ini akan dipaparkan kaitannya dengan berbagai pertanyaan tersebut tentang memisahkan tempat tidur anak sesuai Al-qur'an dan Hadits yang dikutip dari e-book Neneng Magfiroh, dkk yang berjudul "Parenting dalam Islam".

Baca Juga: Holywings Timbulkan Banyak Komentar Negatif, Tantowi Yahya Ungkapkan Pelajaran Penting yang Bisa Diambil

Lebih lengkapnya, para orangtua bisa membaca dan mempelajari hal-hal yang harus diperhatikan dalam memisahkan tempat tidur anak.

1. Pisahkan tempat tidur anak antara laki-laki dan perempuan, memisahkan tempat tidur tidak berarti membuat satu kamar untuk tiap anak tapi bisa disesuaikan dengan kemampuan orangtua dalam menyediakan kamar, bisa dibuatkan berkelompok untuk perempuan dan laki-laki.

2. Apabila menggabungkan tempat tidur anak dalam satu kamar maka minimal harus ada pakaian sebagai penghalang diantara mereka. Maksudnya jangan biarkan anak tidur dalam keadaan pakaian yang tidak lengkap.

3. Pisahkan tidur anak pada usia 7 atau 10 tahun. Karena ada perbedaan pendapat dari ahli fikh, ada yang berpendapat dari umur 10 tahun karena pada usia ini rata-rata mulai tumbuh rasa ketertarikan pada lawan jenis, tapi ada juga yang berpendapat dari umur 7 tahun karena pada usia tersebut bisa dikatakan akhir dari masa kanak-kanak yang ditandai dengan tanggalnya semua gigi susu dan telah berganti dengan gigi tetap.

4. Apabila anak dibawah umur mengalami mimpi basah sebelum umur 10 tahun, maka anak tersebut telah dihukumi dewasa sehingga sangat ditekankan bahkan diharuskan untuk memisahkan tempat tidur anak-anak jika mereka telah memasuki usia dewasa.

5. Hukum memisahkan tidur anak-anak adalah sunnah, jika tidak dipisah dan aurat mereka bersentuhan tanpa ada penghalang diantara mereka maka hukumnya makruh, dan adapun bersentuhannya aurat diantara anak baligh hukumnya haram.

Halaman:

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X