Khutbah Jumat Singkat, Tema Pentingnya Ilmu untuk Kehidupan Manusia

- Kamis, 22 September 2022 | 13:32 WIB
teks khutbah jumat tentang pentingnya ilmu
teks khutbah jumat tentang pentingnya ilmu
SurabayaNetwork.id - Teks khutbah Jumat singkat dan padat tentang pentingnya ilmu membahas makna ilmu untuk kehidupan manusia.
 
Khutbah Jumat hukumnya wajib dilakukan oleh laki-laki dalam serangkaian sholat Jumat.
 
Khutbah Jumat ini salah hal yang menyebabkan hari Jumat menjadi hari istimewa dibandingkan hari lainnya.
 
Jumat memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan dibandingkan hari lainnya, seperti adanya sholat dan khutbah Jumat tersebut.
 
 
Namun, meski hari Jum'at disebut hari yang paling baik, hal ini tidak mejadikan hari lainnya menjadi hari yang buruk atau sial.
 
Semua hari adalah hari yang baik, akan tetapi hari Jum'at dinilai lebih istimewa.
 
Berikut, Surabaya Network.id bagikan contoh teks khutbah Jum'at singkat yang bisa digunakan sebagai referensi.
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia di dalam hidayah dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,
 
Di dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari dan ahli hadits yang lainnya, terdapat kisah atau kejadian yang sangat menarik.
 
Kisah yang dapat menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita umat Islam yang harus memadukan antara ilmu dan semangat.
 
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedang shalat berjama’ah mengimami para sahabat, tiba-tiba masuk ke dalam masjid seorang sahabat yang bernama Abu Bakrah (bukan Abu Bakrin Ash Shiddiq). 
 
Abu Bakrah masuk ke masjid dengan tergesa-gesa dan nafasnya terengah-engah. Lalu dia rukuk sebelum sampai ke shaf, kemudian dia berjalan ke shaf. 
 
Perbuatannya menimbulkan suara yang berisik. Jalannya yang cepat dan nafasnya yang terengah-engah.
 
Sehingga Nabi yang mulia Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendengar suara berisik itu.
 
Setelah selesai shalat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya, “Siapa yang tadi berjalan dengan tergesa-gesa (sehingga menimbulkan suara berisik dengan nafasnya yang terengah-engah)?” 
 
Maka Abu Bakrah menjawab, “Saya.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya,
 
‎زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا وَلاَ تَعُدْ
 
“Semoga Allah memberikan tambahan semangat kepadamu tetapi jangan ulangi lagi perbuatanmu yang seperti itu.”
(HR. Bukhari, dan saya padukan dengan riwayat yang lain dari Imam Ahmad, Al Imam Abu Daud dan lain-lain)
 
Demikian cerita kejadiannya. Abu Bakrah datang ke masjid dengan tergesa-gesa sehingga menimbulkan suara berisik. Dengan niat baik, niat ingin mendapatkan jamaah.
 
Hal ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya sebuah ilmu untuk umat manusia di seluruh dunia.
 
Tetapi niat baik/ semangat yang besar saja dalam Islam tidak cukup. Harus dimulai dengan ilmu. 
 
Perbuatannya salah, tetapi niatnya baik dan semangatnya besar. Karena pada umumnya seluruh para sahabat mempunyai semangat dan gairah yang besar terhadap Islam.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mentarbiyah (mendidik) dan mentazkiyah (membersihkan) mereka, membersihkan hal-hal yang tidak baik.
 
Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyinggung tentang semangat bahwa semangat itu sangat diperlukan. 
 
Niat yang baik tentu diperlukan juga. Tetapi harus dimulai dengan ilmu. 
 
Tanpa ilmu, tanpa bimbingan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tidak ada artinya niat yang baik. Tidak ada artinya semangat. 
 
Bahkan dapat memudharatkan dirinya, membahayakan orang lain, dan dapat merusak citra Islam itu sendiri.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan:
 
‎زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا
 
“Kiranya Allah memberikan tambahan semangat kepadamu.”
 
Semangat terhadap Islam itu diperlukan. Kecintaan kita kepada Islam itu akan membesarkan Islam. 
 
Islam adalah segala-galanya. Agama Islam adalah agama yang haq, yang sah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’a. 
 
Tetapi kita umat Islam harus berilmu. Kalau tidak, tindakan, perkataan, perbuatan, dan dakwah kita akan salah.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengatakan, ‎وَلاَ تَعُدْ
 
“Jangan ulangi lagi perbuatan seperti itu.” Yakni engkau datang tergesa-gesa.
 
Dalam hadits yang lain,
 
‎إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
 
“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun bersikap tenang dan terhormat. Gerakan imam yang kalian dapati, ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, sempurnakanlah.”(HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602)
 
Demikian khutbah Jum'at yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada salah-salah kata yang saya ucapkan baik sengaja ataupun tidak.
 
 
Sekian dan terimakasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Demikian contoh teks khutbah Jum'at yang bisa dijadikan referensi untuk imam sholat Jum'at di masjid.***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel
 

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X