Pelajar SD di Tapanuli Utara Diintimidasi Hingga Turun Kelas Oleh Kepala Sekolah, Ini Alasannya

- Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB
pelajar di Tapanuli Utara diintimidasi (Instagram @sastrawangintingseragih)
pelajar di Tapanuli Utara diintimidasi (Instagram @sastrawangintingseragih)

SurabayaNetwork.id - Dua Pelajar sekolah dasar di Desa Batu Arimo, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara menjadi korban politik hingga mengalami intimidasi dan harus turun kelas.

Dua Pelajar tersebut adalah R (12) dan W (10), siswa kelas 6 dan 4 di sekolah dasar negeri (SDN) 173377.

Dilansir dari Intagram @majeliskopi08.id, Diduga kedua pelajar tersebut mengalami hal pahit demikian lantaran kedua orang tuanya tidak ingin memilih suami sang kepala sekolah dalam perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggarakan serentak di 200 desa se-Tapanuli Utara.

Baca Juga: Viral Video Unboxing Motor Ducati untuk World Superbike, Dilakukan Secara Ilegal?

"R dan W mengalami intimidasi hingga dipaksa turun kelas diduga hanya karena kedua orang tuanya tidak ingin memilih suami sang Kepala Sekolah di Pilkades mendatang. Tadinya R sudah duduk dibangku kelas VI harus rela duduk di kelas II, demikian juga W dari kelas IV ke kelas II," ujar Roder Nababan, Direktur LBH Sekolah Jakarta, Kamis 11 November 2021.

Roder menjelaskan bahwa pelajar R dan W sering mengalami intimidasi dari kepala sekolahnya berinisial JS hingga diancam dikeluarkan dari sekolah setelah mengetahui ayah dari kedua pelajar itu mendukung calon kepala desa lain.

"Kebetulan, selain sebagai Kasek SDN 173377, si oknum juga menjadi pelaksana tugas Kepala Desa Batu Arimo. Yah, mungkin dia kesal saat mengetahui jika suaminya yang nyalon jadi Kepala Desa tidak didukung orang tua muridnya," ujar Roder lagi.

Kasus tersebut pun akhirnya dilaporkan ke Unit I Polda Sumatera Utara atas tindak pidana pengancaman terhadap anak sesuai Undang-undang nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Lirik Lengkap Lagu ‘Only’ Milik Lee Hi yang Viral di TikTok dan Reels Instagram

"Harapan kita, persoalan ini segera diatensi aparat hukum demi keadilan. Sebab, menurut penuturan korban dan keluarganya, kedua anak ini telah mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban penyalahgunaan jabatan sang kasek hingga harus rela duduk di bangku kelas II selama satu bulan seminggu terakhir," pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X