KSAD Dudung Himbau Masyarakat Tidak Terlalu Dalam Pelajari Agama, MUI: Fokus Tugasmu

- Senin, 6 Desember 2021 | 20:43 WIB
KH Cholil Nafis (foto@depok -pikiran rakyat)
KH Cholil Nafis (foto@depok -pikiran rakyat)
 
Surabayanetwork.id- Lagi-lagi KSAD Jendral Dudung Abdurrachman menuai kontroversi dengan menghimbau masyarakat untuk tidak terlalu dalam mempelajari agama. Himbauan tersebut ia sampaikan saat mengisi tausiyah subuh di Masjid Nurul Amin, Jayapura.
 
Dalam statemennya tersebut, ia mengatakan bahwa banyak orang terlalu mudah mengambil hadits Rasulullah sebagai rujukan.
 
Maka dari itu, Dudung menghimbau agar tidak terlalu dalam mempelajari agama, agar tidak terjadi penyimpangan.
 
 
"Banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama. Akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan," ujarnya dalam tausiyah tersebut.
 
Kontan saja hal itu membuat publik heboh dan bertanya apa maksud dari pernyataan Dudung tersebut. Tak hanya membuat heboh tetapi pernyataan itu juga menuai banyak kritikan termasuk dari Majelis Ulama Indonesia.
 
KH Cholil Nafis sebagai salah satu petinggi MUI ikut angkat bicara terkait pernyataan kontroversi KSAD Dudung dan mempertanyakan apa maksud dari pertanyaan tersebut.
 
 
"Apa maksudnya jangan terlalu dalam mempelajari agama?" tanya Cholil dalam akun Twitternya @cholilnafis pada Minggu, 5 Desember 2021.
 
Tak tanggung-tanggung, Cholil pun menawarkan Dudung untuk berganti profesi menjadi penceramah agama jika terus saja menyinggung soal agama.
 
"Saya menawarkan standardisasi da'i MUI kalau mau berganti profesi sebagai penceramah agama he hehe," ujar Cholil.
 
 
Lebih lanjut, ia menyarankan kepada Dudung agar fokus pada tugas pokoknya untuk menjaga pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI daripada harus berbicara tentang agama yang sama sekali tidak sesuai dengan kapasitasnya.
 
"Baiknya fokus pada tugas pokoknya aja, yaitu pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI," imbuhnya.***
 
 

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X