Marak Terjadi Bunuh Diri, Apa Penyebabnya: Ini Penjelasan Pakar Psikologi

- Senin, 6 Desember 2021 | 20:58 WIB
Marak Terjadi Bunuh Diri, Apa Penyebabnya: Ini Penjelasan Pakar Psikologi (Freepix @syafifahbrit)
Marak Terjadi Bunuh Diri, Apa Penyebabnya: Ini Penjelasan Pakar Psikologi (Freepix @syafifahbrit)
 

SurabayaNetwork.id - Kematian akibat bunuh diri merupakan kematian tertinggi kedua di dunia dengan rata-rata pelaku berusia 15-29 tahun.

World Health Organizations (WHO) menyebut setiap 40 detik ada orang yang meninggal akibat bunuh diri. Hal itu setara dengan 800 ribu jiwa per tahun.

Sedangkan menurut catatan kepolisian pada tahun 2020, terdapat 671 orang yang melakukan tindakan bunuh diri. Kemudian data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat erdapat total 5.787 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri.

Baca Juga: Belajar Dari Kasus Novia Widyasari, Pakar Psikologi: Semoga Ini Jadi Pembelajaran

Dari data di atas, tentunya angkat tersebut tidaklah main-main. Lantas apa yang menyebabkan seseorang tanpa berpikir panjang untuk mengakhiri hidupnya?

Berikut penjelasan pakar Psikologi, Dwi Sudirman, ST, S.Psi:

Menurut Dwi, seseorang melakukan bunuh diri adalah akibat dari depresi yang diderita orang tersebut. Biasanya ia memiliki kecenderungan merasa bahwa dunia tidak berpihak padanya. Sehingga muncul rasa tidak berdaya mengatasi permasalah yang menimpa hidupnya, akhirnya memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri.

"Bunuh diri itu kn disebabkn karena depresi. Ketika seseorang merawa bahwa dunia tidak berpihak kepadanya, lalu ketidakberdayaan untuk mengatasi masalah, maka orang cenderung ingin bunuh diri," tutur Dwi saat dihubungi langsung oleh Surabaya.Network melalui pesan singkat pada Senin, 6 Desember 2021.

Baca Juga: Tagar Dudung Dungu Trending, Warganet Kritik KSAD Dudung Lagi Usai Menyebut Jangan Terlalu dalam Belajar Agama

Halaman:

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X