Hidayat Nur Wahid Tolak Pembangunan Ibukota Baru: Rakyat Lagi Kesulitan Ekonomi, Utang Negara Makin Menumpuk

- Senin, 17 Januari 2022 | 20:34 WIB
Hidayat Nur Wahid Tolak Pembangunan Ibukota Baru: Rakyat Lagi Kesulitan Ekonomi, Utang Negara Makin Menumpuk (Humas )
Hidayat Nur Wahid Tolak Pembangunan Ibukota Baru: Rakyat Lagi Kesulitan Ekonomi, Utang Negara Makin Menumpuk (Humas )



SurabayaNetwork.id- Pemindahan ibu kota negara atau ibu kota baru di Kalimantan Timur kembali mendapat kritikan, kali ini dari Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.

Menurutnya untuk kondisi saat ini, pembangunan ibu kota baru bukanlah hal yang menjadi prioritas. sebab kondisi masyarakat bahkan negara ini sedang dalam kondisi utang negara yang semakin menumpuk tiap tahunnya.

“Rakyat lagi kesulitan ekonomi akibat covid-19, Negara jg terdampak negatif, hutangnya makin menggunung, maka membangun ibukota yang baru, jelaslah bukan prioritas untuk Rakyat. Mestinya yg diprioritaskan adalah wujudkan janji2 kampanye untuk sejahterakan Rakyat, bukan bangun IKN,” sebagaimana dikutip dari akun Twiter @hnurwahid, Rabu 6 Oktober 2021.

Baca Juga: 5 Skincare Asal Korea ini Aman Digunakan Oleh Muslim, Berikut Daftarnya

Politisi yang akrab di sapa HNW itu juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih berjuang hidup dalam kondisi pandemi Covid-19.

Sebelumnya tanggal 7 April 2021 Hidayat Nur wahid melalui akun Twitter pribadinya @hnurwahid, juga mendesak pemerintahan Joko Widodo untuk menghentikan proyek pembangunan ibu kota baru di tengah pandemi Covid-19.

Alasannya, tak lain agar pemerintah fokus dulu untuk menangani Covid-19 yang hingga detik ini masih bertebaran di penjuru tanah air.

Baca Juga: Cara Mensterilkan Botol Susu Bayi dengan Air Panas, Uap, atau AWT

Selain itu, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, estimasi awal kebutuhan anggaran untuk pembangunan fisik ibu kota baru sebesar Rp466 triliun.

Namun begitu, ibu kota baru diharapkan menjadi kota paling berkelanjutan di dunia, penggerak ekonomi Indonesia di masa depan, sekaligus simbol identitas nasional yang selaras dengan alam dan berbasis bhineka tunggal ika.

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X