Cara dan Tips Menanam Hidroponik Sederhana di Rumah Pakai Botol Bekas, Murah Meriah

- Minggu, 25 September 2022 | 16:12 WIB
Cara dan Tips Menanam Hidroponik Sederhana di Rumah Pakai Botol Bekas, Murah Meriah
Cara dan Tips Menanam Hidroponik Sederhana di Rumah Pakai Botol Bekas, Murah Meriah

 
SurabayaNetwork.id - Menanam dengan cara hidroponik saat ini sedang tren di kalangan masyarakat. 
 
Beberapa masyarakat Indonesia hingga para artis dan influence banyak yang merekomendasikan cara menanam hidroponik ini.
 
Cara menanam hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah.
 
Cara hidroponik juga menjadi rekomendasi alternatif bercocok tanam di dunia, khususnya bagi mereka yang kesulitan menemukan lahan pertanian atau hanya memiliki tempat terbatas. 
 
 
Secara harfiah, hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara.
 
Kebutuhan air pada hidroponik juga lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.
 
Cara menanam Hidroponik ini dapat dilakukan secara sederhana di rumah, apalagi untuk kamu yang memiliki rumah yang tidak begitu banyak lahan kosong atau halaman.
 
Kini cara menanam hidroponik telah mempunyai beberapa sistem dengan praktik yang paling mudah hingga tingkat kesulitan yang tinggi. 
 
Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. 
 
Namun, kau juga perlu memperhatikan beberapa aspek lain seperti ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. 
 
Bagi pemula, hal yang harus kamu perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna.
 
Berikut penjelasan tentang cara menanam hidroponik di rumah, yang bisa kamu lakukan secara mandiri dan mudah.
 
1. Mempersiapkan Alat dan Bahan
 
Untuk memulai bercocok tanam secara hidroponik, pertama-tama kamu harus mempersiapkan beberapa bahan dan alat. 
 
Kamu perlu menyediakan botol air mineral 1,5 liter yang sudah dikosongkan, kemudian gunting atau cutter, dan potongan kain flanel.
 
Untuk bahannya, kamu akan memerlukan media tanam hidroponik, air bersih, air yang sudah bercampur nutrisi untuk tanaman, dan benih tanaman.
 
Kamu bisa menggunakan media tanam berupa rockwool yang bisa dibeli di toko pertanian.
 
Bahan ini dipilih karena media tanam alternatif dalam bercocok tanam hidroponik ini bisa mengikat air, serta udara dalam jumlah besar.
 
Hal ini sehingga memberikan ruang bagi akar tanaman nantinya untuk tumbuh dan menghisap nutrisi dengan baik.
 
2. Ubah Botol Menjadi Media Tanam
 
Pada tahap ini, kamu akan langsung menjadikan botol sebagai sarana untuk menempatkan bibit dan atau tanaman yang kelak akan ditanam secara hidroponik.
 
Berikut langkah-langkah untuk membuat media tanam :
 
- Pastikan botol bekas masih tampak kokoh, kuat, dan tidak berkerut-kerut.
 
- Ambil alat pemotong yang sudah disediakan, kemudian potong leher botol hingga menjadi dua bagian.
 
- Setelah itu, buat lubang pada tutup botol dengan diameter yang sekiranya bisa dimasukkan oleh sumbu kompor atau kain flanel. Apabila kamu menggunakan kain flanel, maka buatlah dua lubang pada sisi yang berlawanan di bagian leher botol dekat area penutup botol.
 
- Setelah berhasil membuat celah pada tutup botol, masukkan sumbu kompor ataupun kain flanelnya.
 
- Langkah berikutnya, kamu perlu membalik bagian leher botol dan masukkan ke dalam badan botol. Lakukanlah secara terbalik, dan posisi tutup botol berada di bawah.
 
- Botol bekas sekarang sudah bisa digunakan sebagai tempat menanam
 
Namun, tunggu dulu, seperti pada panduan sebelumnya, pada cara menanam hidroponik dengan botol bekas juga harus menyemai benih tanamannya terlebih dahulu secara terpisah.
 
3. Memilih Benih Hidroponik
 
Tahapan selanjutnya yaitu memilih benih hidroponik
 
Jenis tanaman yang biasanya dibudidayakan dengan sistem hidroponik yaitu tanaman hortikulura. 
 
Beberapa tanaman tersebut antara lain sayur, buah, bunga, tanaman hias, tanaman obat-obatan, tanaman pertamanan, dan lain sebagainya. 
 
4. Penyemaian Benih
 
Benih tanaman bisa kamu beli di toko pertanian. Namun benih tersebut sebaiknya jangan langsung ditanam menggunakan sistem hidroponik
 
Alangkah lebih baiknya jika kamu menyemai terlebih dahulu benih tanaman tersebut. 
 
Langkah untuk menyemai benih yang menjadi bagian dari cara menanam hidroponik seperti berikut :
 
- Potong media tanam (rockwool) ukuran 2,5 x 2,5 cm. 
 
- Basahi media tanam dengan cara mencipratkan air atau menyemprot air di atas permukaan media tanam tersebut. 
 
- Buat lubang di tengah media dengan kedalaman kurang lebih 2 mm. 
 
- Masukkan benih ke dalam lubang tersebut. Tutup dengan plastik hitam lalu simpan di ruangan gelap. 
 
- Setelah 1 – 2 hari lihat hasil persemaian. Kemudian buka plastik dan letakan di bawah cahaya matahari langsung. 
 
- Jemur setiap hari dan siram media tanam apabila sudah kering. 
 
- Apabila sudah muncul daun sejati, maka bibit sudah bisa dipindahkan ke tempat hidroponik.
 
 
5. Menyiapkan Larutan Nutrisi 
 
Meskipun sistem wick merupakan cara menanam hidroponik dengan botol yang sederhana, namun larutan nutrisi tetap harus diperhatikan. 
 
Nutrisi yang dibutuhkan dalam hidroponik dikenal dengan nama AB Mix. Larutan ini sudah banyak dijual di toko pertanian. 
 
Jika nutrisi dalam bentuk serbuk, maka nutrisi harus terlebih dahulu dilarutkan. 
 
Campurkan larutan A dan B dengan air bersih. Dosis yang bisa digunakan yaitu setiap 5 ml larutan A dan B dicampur dengan air sebanyak 1 liter. 
 
6. Proses Pindah Tanam 
 
Untuk proses pindah tanam bisa dilakukan dengan cara berikut ini.
 
- Siapkan media hidroponik. Larutkan nutrisi dibagian bawah botol. 
 
- Pindahkan rockwool yang berisi bibit tanaman. 
 
- Letakan bibit terletak di bagian atas media yang sudah dipasang sumbu. 
 
- Pasangkan bagian atas dan bawah perangkat hidroponik
 
- Terakhir, tanaman hidroponik dengan sistem wick sudah selesai. 
 
7. Merawat Tanaman 
 
Cara menanam hidroponik selanjutnya yaitu melakukan perawatan tanaman. 
 
Tahapan perawatan yang bisa dilakukan yaitu pemberian nutrisi tambahan, perawatan hama dan patogen tanaman, melakukan penyiraman, dan perawatan lainnya. 
 
8. Panen
 
Tahapan terakhir dari penanaman hidroponik sistem wick yaitu penen. Kegiatan ini tergantung dari jenis tanamannya. 
 
Umumnya, tanaman hidroponik berumur pendek sekitar 30 – 45 hari. 
 
Cara panen yang bisa dilakukan juga sesuai dengan jenis tanamannya. 
 
Bisa dengan cara memotong bagian atas tanaman atau mencabut tanaman tersebut.
 
Demikian cara dan tips menanam dengan cara hidroponik di rumah, mudah dan bisa dilakukan secara mandiri.
***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X