Pendapatan PSK Burnik Situbondo Menurun karena Sering Hujan, Jika Apes Terjaring Satpol PP

- Kamis, 24 November 2022 | 22:57 WIB
Pendapatan PSK Burnik Situbondo Menurun karena Sering Hujan, Jika Apes Terjaring Satpol PP
Pendapatan PSK Burnik Situbondo Menurun karena Sering Hujan, Jika Apes Terjaring Satpol PP

 

SurabayaNetwork.id - Cuaca Situbondo yang sering hujan beberapa hari ini, mengakibatkan pendapatan para pekerja seks komersial (PSK) Persawahan Burnik, Kecamatan Dawuhan Situbondo menurun drastis.

Tarif PSK Burnik, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo terhitung murah. Untuk satu kali kencan, pria hidung belang cukup membayar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu di musim hujan, tarif itu bisa mengalami kenaikan menjadi Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu jika musim kemarau atau saat akan musim panen.

"Kalau musim hujan sepi mas, kayak sekarang (24/11/2022) ini gerimis, pasti pelanggan sepi, gimana mau nglayani kalau tempatnya becek berlumur," jelas mawar (bukan nama sebenarnya), salah satu PSK Burnik.

Baca Juga: Putuskan Berhijab, Mindset Cut Syifa Tentang Hijab Bikin Kagum Netizen

"bisa sih dengan berdiri tapi ada beberapa pelanggan yang tidak mau," imbuh wanita asal Jember itu.

Burnik menjadi lokasi favorit untuk melakukan praktik prostitusi, karena memang disepanjang jalan persawahan burnik kurang penerangan atau biasa disebut tempat remang-remang.

Hampir setiap malam berjejer PSK yang menunggu pelanggan di tepi jalan, tidak sendiri PSK Burnik punya calo yang merangkap sebagai tukang parkir jika ada pelanggan yang datang dan sedang "bertempur".

Salah satu calo Burnik, panggil saja Tomang, mengungkapkan bahwa pada awalnya dia hanya bertugas antar jemput PSK di sana selain memang profesi ya sebagai tukang ojek, untuk menambah uang rokok dia akhirnya nyalo juga.

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X