Ternyata Bukan Madura ! Berikut Suku dan Bahasa Asli Probolinggo Berdasarkan Sejarahnya

- Rabu, 25 Januari 2023 | 19:49 WIB
Ternyata Bukan Madura ! Berikut Suku dan Bahasa Asli Probolinggo Berdasarkan Sejarahnya
Ternyata Bukan Madura ! Berikut Suku dan Bahasa Asli Probolinggo Berdasarkan Sejarahnya
SurabayaNetwork.id - Probolinggo merupakan sebuah wilayah di Provinsi Jawa Timur yang terbagi menjadi dua pemerintahan yaitu Kabupaten dan Kota. Sebelum bernama Probolinggo, daerah tersebut bernama Banger hingga kepimpinan Bupati kedua Probolinggo
 
Nama Banger sendiri berdasarkan pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.
 
Lantas apakah benar jika warga asli  Probolinggo adalah suku Madura ? Jawabannya salah. Hal ini berdasarkan data valid yaitu karya pujangga prapanca dalam Negarakertahagama, disana disebutkan bahwa setelah terjadi peperangan antar Blambangan dan Majapahit, Banger selanjutnya menjadi hal sepenuhnya Kerajaan Majapahit.
 
 
Blambangan yang kala itu dipimpin oleh seorang raja berdarah Bali pernah mengambil alih Banger atau Probolinggo sekarang dari wilayah kekuasaan Majapahit, tapi berhasil diambil alih kembali yang selanjutnya menjadi wilayah kerajaan Mataram. Dari sini bisa diambil kesimpulan sementara bahwa warga asli Probolinggo adalah suku Jawa.
 
Namun seiring berjalannya waktu, Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan Mataram, dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan  (termasuk Banger) diserahkan kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di Benger. Disinilah awal datangnya berbagai suku dari seluruh nusantara bahkan dunia ke Probolinggo.
 
Semakin pesatnya jalur perdagangan melalui Probolinggo kala itu membuat berbagai suku menjadi satu di Probolinggo dan menikahi warga asli Probolinggo, termasuk diantaranya Suku Madura, Arab, India, Melayu hingga Suku Cina.
 
Pada pemerintahan, Bupati kedua Raden Tumenggung  Djojonegoro yaitu antara tahun 1768 hingga 1805, nama Banger resmi diganti dengan nama  Probolinggo.
Pada kepemimpinan Djojonegoro inilah Probolinggo maju pesat dan semakin banyak suku Madura yang berdatangan, mengingat jarak Probolinggo dan Madura bisa dibilang dekat jika melalui jalus laut kala itu. 
 
Dari sinilah asal muasal bahasa mayoritas masyarakat Probolinggo berlogat Madura atau sering disebut peranakan Madura atau Alkulturasi dari dua suku yang berbeda sehingga menciptakan budaya baru bernama Pendalungan. Bahasa dan Budaya pendalungan di Kota Probolinggo memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda dengan daerah pendalungan lainnya. ***
 
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.
 

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X