Butuh Uluran Tangan, Balita di Situbondo Menderita Penyakit Meningokel

- Kamis, 26 Januari 2023 | 09:02 WIB
Balita di Situbondo Menderita Penyakit Meningokel (Wisnu Bangun Saputro/SurabayaNetwork)
Balita di Situbondo Menderita Penyakit Meningokel (Wisnu Bangun Saputro/SurabayaNetwork)
SurabayaNetwork.id - Mengkhawatirkan, seorang balita berusia delapan bulan, Muhammad Nufail Ihsantaki menderita penyakit Meningokel, di Dusun Tanjung Sari, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo
 
Nufail mengalami kelainan pembentukan tulang belakang yang disebabkan oleh gagal menutupnya ujung tabung saraf ketika di dalam kandungan.
 
Dilansir dari laman alodokter.com, Meningokel adalah menonjolnya selaput yang menutupi tulang belakang dan bagian saraf tulang belakang.
 
Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan pada punggung bayi. Meningokel disebabkan oleh kelainan pada pembentukan tulang belakang dan jaringan saraf janin di dalam kandungan.
 
 
Mendengar informasi tentang Nufail, Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, tergerak berkunjung ke rumah Nufail dan memberikan santunan.
 
“Meski nominal bantuan paket sembako dan uang santunan sangat kecil, namun saya berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi orang tua Nufail,” ujar Kapolres AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Rabu (24/01/2023).
 
Sementara itu, ibunda Nufail, Siti Nurhaliza (25) mengungkapkan bahwa sejak dalam kandungan, dokter spesialis anak sudah mendiagnosis adanya kelainan pada Nufail pada bagian kepalanya.
 
Barulah diketahui, saat Nufail lahir, ia divonis mengidap penyakit meningokel karena terdapat benjolan besar di kepalanya dan harus dilakukan tindakan operasi.
 
"Benjolannya lebih besar dibandingkan kepalanya," ungkap Siti. 
 
Memasuki usia hampir dua bulan, Nufail dioperasi di RS Syaiful Anwar, Malang. Nufail kembali dioperasi di usia empat bulan karena benjolannya kembali membesar.
 
Dokter menyarankan Nufail dioperasi lagi yang ketiga kalinya, namun karena berat badannya masih belum seimbang dengan usianya, dokter menyarankan untuk ditunda sampai berat badan Nufail stabil.
 
"Anak saya dinyatakan mengalami gizi buruk karena berat badannya 2,9 kilogram di usianya yang delapan bulan. Seharusnya, usia delapan bulan berat badannya delapan kilogram," ungkapnya.
 
Nurhaliza berharap ada  para dermawan yang mau membantu, karena kondisi ekonominya sangat terbatas. Rumahpun menumpang di eks perumahan PG Panji. Suaminya, Suryanto (35) bekerja sebagai penjaga toko dengan bayaran Rp40 ribu setiap harinya.
 
 
"Seluruh biaya rumah sakit ditanggung BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah. Tapi untuk biaya sehari-hari saat dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar, membutuhkan biaya yang cukup besar," pungkasnya. ***
 
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Editor: Lukman Hadi

Sumber: Liputan langsung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X