11 Cara Mendidik Anak dalam Islam, Parenting Islami Sesuai Al Quran dan Sunnah

- Minggu, 25 September 2022 | 15:25 WIB
cara mendidik anak dalam Islam
cara mendidik anak dalam Islam
SurabayaNetwork.id - Mendidik anak dalam Islam menjadi bagian penting yang harus dilakukan oleh seluruh orang tua.
 
Anak merupakan anugerah sekaligus titip dari Allah yang perlu orang tua didik dengan cara yang tepat sesuai Al Qur'an dan hadits.
 
Ada banyak cara yang dilakukan orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk bisa tumbuh menjadi orang yang memiliki budi pekerti baik.
 
Namun, ada pola asuh atau cara mendidik anak yang keliru akhirnya mempengaruhi mental sang anak. 
 
 
Misalnya selalu menuruti kemauan anak, tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak menjadi manja. 
 
Mereka akan malas berusaha dan selalu bergantung pada orang tuanya ketika besar nanti.
 
Sehingga, sudah seharusnya orang tua memberikan kasih sayang, mendidik, dan selalu mendoakannya.
 
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis shahih:
 
"Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi" (H.R Bukhari).
 
Lantas, bagaimana cara menjadi orang tua yang baik menurut Islam?
 
Berikut ini, ilmu parenting atau cara menjadi orang tua dalam Islam dilansir dari berbagai sumber.
 
1. Mengajarkan Tauhid
 
Tauhid adalah landasan Islam yang paling penting. Oleh sebab itu, mengajarkan pendidikan tauhid pada anak merupakan kewajiban yang mutlak dan paling utama.
 
Sebagaimana Luqman telah mengajarkan tauhid kepada anaknya yang disebutkan dalam Al Qur'an surat Luqman ayat 13. Allah SWT berfirman:
 
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
 
Artinya:
 
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13).
 
2. Memperkenalkan dasar-dasar Islam sejak dini
 
Cara mendidik anak secara Islami dilanjutkan dengan mengajarkannya dasar-dasar Islam
 
Hal ini dilakukan guna menanamkan rasa cintanya pada Islam dan Allah SWT.
 
Seperti dalam hadits dari Ibnu Abbas, 
 
“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. 
Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. 
Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (H.R Ibnu Abbas).
 
Dalam hadits lain disebutkan, bahwa anak usia 3 tahun harus diajarkan kalimat tauhid "Laila ha illallah" sebanyak tujuh kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan sang anak kalimat "Muhammad Rasullullah".
 
Dengan menerapkan kedua kalimat ini, maka diharapkan tumbuh rasa cintanya kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. 
 
3. Mendidik dengan kebaikan dan kasih sayang
 
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok penuh kasih kayang kepada orang-orang di sekitarnya, terutama pada anak-anaknya. 
 
Dalam sebuah riwayat Abdullah bin Shaddad dikatakan bahwa, ketika Rasul sedang salat dan bersujud, seorang anak menaiki punggung Rasul, dan dibiarkan. 
 
Bahkan, Rasul sangat lama bersujud menunggu sang anak turun dengan sendirinya.
 
Rasul tidak menghentikan mereka, karena bermain menjadi suatu hal yang penting untuk perkembangan sang buah hati.
 
Karena itu, anak harus di didik dengan konsep parenting berdasarkan kasih sayang. 
 
Jangan memarahi mereka ketika berbuat salah, berilah penjelasan dengan kasih sayang, sesuai yang dilakukan oleh Nabu Muhammad SAW.
 
4. Memberikan contoh yang baik
 
Seperti yang telah kamu ketahui, orangtua menjadi role model bagi seorang anak. 
 
Karena itulah, sebagai orangtua kamu perlu berhati-hati dalam bertindak, dan mencontohkan yang baik untuk si kecil.
 
Seperti riwayat Al-Bukhari, 
 
“Anda (Kalian) adalah wali dan bertanggung jawab atas dakwaannya. Penguasa yang memiliki otoritas atas orang adalah wali dan bertanggung jawab atas mereka, seorang lelaki adalah penjaga keluarganya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang wanita adalah penjaga rumah dan anak-anak suaminya, bertanggung jawab atas mereka…”
 
Dari riwayat tersebut, kita bisa tahu bahwa setiap orangtua akan dipertanyakan bagaimana tanggung jawab mereka dalam mendidik anak di hari akhir kelak.
 
Bersikap lemah lembut sekaligus tegas
Orang tua perlu bersikap lembut dan mengasihi anak mereka namun adakalanya perlu juga bersikap tegas dalam mendidik anak.
 
5. Mengajarkan anak untuk mendirikan salat sejak dini
 
Salat merupakan kewajiban yang harus dilakukan seorang muslim. 
 
Karena itu, para orangtua wajib mengajarkan salat sejak dini, agar ia terbiasa hingga dewasa nanti.
 
Menurut ajaran Islam, seorang anak berusia tujuh tahun sudah wajib melaksanakan salat.
 
Dalam sebuah hadits riwayat HR. Ahmad, Rasullullah SAW bersabda 
 
"Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).
 
6. Mengajarkan ibadah puasa
 
Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya adalah dengan mengajarkan anak untuk melakukan rukun Islam yang ke-tiga, yakni mendirikan ibadah puasa. 
 
Dalam hal ini, kamu bisa mengajarkan si kecil untuk berpuasa setengah hari, bila belum mampu. 
 
Dan jika ia sudah mampu, biasakan berpuasa hingga waktu berbuka.
 
Seperti yang diriwayatkan Ar-Rubayyi'bintu Mu'awwids, salah satu perempuan shalehah yang merupakan sahabat rasul berkata, 
 
“Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
 
7. Mengajarkan anak akhlak mulia dan berbakti kepada orangtua
 
Dalam Islam, kebaikan seseorang akan dinilai dari dua hal, yakni agama dan akhlaknya. 
 
Oleh sebab itu, ajaran tentang nilai-nilai kebaikan pada anak, menjadi hal yang sangat penting. 
 
Rasulullah, bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
 
Selain mengajarkan untuk berbuat baik, kamu juga perlu mengajarkannya untuk senantiasa berbakti pada orangtua yang harus dibiasakan sejak dini. 
 
8. Mengajarkan adab
 
Pendidikan dalam keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi perkembangan anak.
 
Keluarga merupakan tempat pertama dalam memperoleh sesuatu, salah satunya adab dan akhlak yang dapat dijadikan pondasi bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan mereka nantinya.
 
Ada banyak macam adab, etika, dan akhlak yang dapat diajarkan pada anak. 
 
Misalnya adab dan akhlak kepada Allah SWT (tidak berlaku syirik), adab dan akhlak kepada Rasulullah (melaksanakan sunah-sunahnya), serta adab dan akhlak kepada sesama manusia.
 
9. Tidak memisahkan anak dengan ibunya
 
Pada dasarnya seorang ibu memiliki ikatan batin yang kuat dengan anak. 
 
Seorang ibu menjadi pendidikan pertama si kecil. Karena itu, jangan pernah memisahkan keduanya.
 
Hal ini juga disampaikan dalam suatu hadits riwayat Abu Ayyub yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, 
 
"Barang siapa yang memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat."
 
10. Berlaku adil, tidak pilih-pilih kasih
 
Berlaku adil kepada sesama anak menjadi satu hal yang penting. 
 
Karena, perilaku pilih kasih ini nantinya bisa berdampak untuk si kecil sampai ia dewasa nanti. 
 
Buah hati mu akan merasa tidak disayangi orang tuanya, merasa tidak berharga, dan terus membandingkan dirinya sendiri dengan teman-temannya.
 
Larangan perilaku pilih kasih ini juga terdapat dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda 
 
"Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adil lah kamu di antara anak-anakmu."
 
11. Mengajarkan tanggung jawab
 
Parenting islami dan cara mendidik anak selanjutnya, yaitu mengajarkan tanggung jawab. 
 
Setiap orang tua perlu meminta pertanggungjawaban anak atas perilaku dan tindakannya. 
 
Sehingga, orang tua harus menetapkan batasan dengan anak ketika dia berperilaku tidak baik.
 
Contoh paling sederhana ketika anak menunda pekerjaan rumahnya,orang tua perlu perlu memberikan konsekuensi. 
 
Misalnya, seperti kegiatan akhir pekan ditunda sampai pekerjaan selesai.
 
 
Demikian cara dan tips mendidik anak secara islami yang bisa dipraktekkan oleh para orang tua.***
 
Dapatkan update berita pilihan, breaking news, dan artikel setiap hari dari SurabayaNetwork.id. Ayo gabung kanal Telegram Surabaya Network, caranya klik link https://t.me/surabayanetwork, lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel

Editor: Lukman Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X