Pemkot Beri Pendampingan Trauma Healing untuk Korban Ambrolnya Seluncuran Kolam Renang Waterpark Kenjeran

- Minggu, 8 Mei 2022 | 13:50 WIB
Pemkot Beri Pendampingan Trauma Healing untuk Korban Ambrolnya Seluncuran Kolam Renang Waterpark Kenjeran
Pemkot Beri Pendampingan Trauma Healing untuk Korban Ambrolnya Seluncuran Kolam Renang Waterpark Kenjeran

SurabayaNetwork.id- 16 korban ambrolnya seluncuran kolam renang Waterpark Kenjeran yang mengalami luka berat maupun ringan mengalami trauma.

Wali Kota Eri Cahyadi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan hingga sembuh. 

Eri mengatakan setelah menjenguk, dirinya meminta agar para korban yang mengalami insiden ini untuk didampingi hingga kondisinya pulih normal.

Baca Juga: 'Suami Siaga' Vincent Verhaag Temani Jessika Iskandar Lahiran Anak Pertama Mereka

Ia mengatakan, dari 8 korban yang dirawat di RS Soewandhie ada 3 orang mengalami patah tulang sedangkan 1 orang tidak mengalami luka serius, namun mengalami pusing.

“Untuk satu orang korban ini tidak mengalami kendala apa-apa, setelah dilakukan CT Scan kondisinya normal tidak ada patah tulang dan cedera lainnya, akan tetapi mengalami pusing. Meskipun begitu harus dirawat inap dan dilakukan observasi dulu oleh tim medis, insyaallah tidak sampai kenapa-kenapa kita doakan bersama,” kata Eri Cahyadi di IGD RS Soewandhie, Sabtu (7/5/2022) malam. 

Ia juga menyampaikan, dalam kejadian ini pihak pengelola Kenjeran Park wajib bertanggung jawab memberikan bantuan biaya pengobatan kepada seluruh korban, mulai dari perawatan, operasi, kontrol kesehatan dan sebagainya hingga dinyatakan sembuh total.

Baca Juga: Menpan Setujui Usulan ASN WFH Sepekan Mulai Senin 9 Mei Mendatang

“Pemkot Surabaya juga akan memberikan pendampingan kepada semua korban untuk penyembuhan rasa trauma yang dilakukan oleh DP3A, jadi didampingi terus sampai sembuh total. Saya pastikan juga, ketika korban akan melakukan kontrol ke RS dan ternyata kesulitan menjangkaunya, maka hukumnya wajib kami mengantarkannya menggunakan ambulans Dinkes yang ada di puskesmas atau RS,” ujarnya

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X