Perhelatan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Bertepatan Hari Jadi Kota Surabaya, Begini Isi Acaranya

- Jumat, 27 Mei 2022 | 14:44 WIB
Perhelatan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya,  Begini Isi Acaranya
Perhelatan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya, Begini Isi Acaranya
 
Surabayanetwork.id - Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya Dharma Wanita Dispendik Kota Surabaya menyelenggarakan Halalbihalal berlokasi di SMP Negeri 2 jalan Kepanjen No. 1 Krembangan Selatan Surabaya. 
 
Rahma Irma Suryani istri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menginisiasi acara Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya di penghujung bulan Syawal 1443 H tahun 2022.
 
Sebanyak 28 panitia yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya melakukan persiapan sejak sepekan yang lalu. Gladi bersih juga sudah dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Mei 2022 di SMP Negeri 2 yang berdekatan dengan Kantor DRPD Propinsi Jawa Timur.
 
 
Lebih dari 200 tamu hadir pada helatan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya. 
 
Tarian Sparkling yang dibawakan oleh para guru SMP Negeri 29 Surabaya menjadi pra acara, dilanjutkan dengan yang tak kalah meriah yaitu musik kulintang persembahan para guru SMPN Kota Surabaya disambut riuh tepuk tangan dari undangan yang hadir.
 
Tampak hadir dari elemen pendidikan kota Surabaya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya Rahma Irma Suryani istri dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf, bersebelahan dengan Rahma Irma Suryani yaitu Rini Cahyadi Ketua PKK kota Surabaya dan Shinta Setia Ikhsan istri dari Inspektorat Kota Surabaya.
 
Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ainin Hilwana Zahira siswi kelas 8 serta terjemahan dibacakan oleh Ahmad Muflikh siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Surabaya.
 
Sambutan dari tuan rumah SMP Negeri 2 Surabaya Kasimin S.Pd, menyampaikan terimakasih kepada Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya yang sudah berkenan memilih lokasi Halalbihalal.
 
"Acara yang dimaksud adalah untuk mengeratkan silaturrahim sesuai tema yang diusung oleh Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya yaitu:  Eratkan Silaturrahim dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Bagi Warga Sekolah", kata Kasimin selaku Kepala Sekolah SMPN 2
 
Berlanjut sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya oleh Rahma Irma Suryani.
 
"Hari ini sudah masuk 26 Syawal artinya 4 hari lagi kita akan meninggalkan bulan Syawal, mudah-mudahan apa yang telah kita peroleh di bulan ramadhan akan terus membekas, saya dan keluarga mohon maaf lahir dan batin, semoga kita semua suci kembali", pesan Rahma Irma Suryani dalam sesi sambutan usai sambutan dari tuan rumah.
 
Acara pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya ini diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Mohon untuk kesiapannya juga kepada semua ibu-ibu agar siap diikutsertakan dalam persiapan lomba HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang tinggal beberapa bulan lagi, ujar Rahma Irma Suryani yang juga dosen di Kampus ITS.
 
Tak kalah menarik pula sambutan dari Shinta Setia Ikhsan istri Inspektorat Kota Surabaya
"Antara ketahanan keluarga dengan wanita, 5 panca Dharma Wanita serta era new normal, ketahanan keluarga bagi warga sekolah yaitu perempuan. Perempuan adalah tokoh utamanya,
 
"Ketahanan keluarga itu dimensinya antara lain dimensi fisik yaitu sehat jasmani, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya yaitu konek dengan lingkungan sosial, berkontribusi aktif di masyarakat, kita bisa mencontoh bunda Khadijah istri Rasulullah, kita sebagai mitra suami", papar Shinta Setia Ikhsan dalam sambutannya.
 
"Anak-anak kita cetak sesuai dengan lingkungan yang sekarang, kita dampingi, anak-anak kita menjadi anak-anak yang tangkas, anak-anak yang kolaboratif", imbuh Shinta yang berprofesi sebagai dosen.
 
"Agar kita survive maka kita harus menguasai teknologi, karena eranya adalah digital, kepala sekolah yang digital, guru yang digital, kemudian yang harus diasah adalah nilai-nilai spiritual, kebaikan, nilai-nilai yang bersifat kemanusiaan", lanjut Shinta yang sedang menempuh S3.
 
 
Shinta melanjutkan paparannya bahwa ada yang tidak bisa digantikan oleh teknologi yaitu peran perempuan.
 
"Pendidikan karakter oleh perempuan tidak bisa tergantikan dengan kecanggihan teknologi",  pungkas Shinta dalam sambutannya.***

Editor: Setiawan D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X