Budidaya Maggot Lalat di Surabaya Ditarget Ekspor hingga 6 Ton Perhari, Wali Kota Eri Harap Bisa Entaskan MBR

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:38 WIB
Budidaya Maggot Lalat di Surabaya, Warga Ditarget Ekspor hingga 6 Ton Perhari
Budidaya Maggot Lalat di Surabaya, Warga Ditarget Ekspor hingga 6 Ton Perhari

 

SurabayaNetwork.id- Budidaya manggot lalat BSF (black soldier fly) diharapkan bisa mengentas Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di daerah Krembangan Surabaya.

Budidaya Maggot lalat ini dilakukan warga Krembangan Surabaya. Tak hanya itu, warga juga beternak ayam, budidaya ikan, hingga budidaya sayur organik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui ada salah satu pabrik yang meminta maggot 6 ton perhari kepada Pemkot Surabaya.

Kalau bisa memenuhi 6 ton perhari, maka dipastikan akan banyak tenaga kerja yang terserap dari MBR Krembangan.

Baca Juga: 7 Ciri-ciri Wanita yang Sudah Menikah dengan Jin, Simak Penjelasannya

“Kalau kita jual Rp 4 ribu perkilogram, berarti 6 ton sekitar Rp 24 juta perhari atau Rp 720 juta perbulannya. Nah, kalau saya menargetkan setiap MBR punya penghasilan Rp 3 juta, maka ada sekitar 240-an orang MBR yang bisa memenuhi target 6 ton ini. Itu hanya satu pabrik saja, belum lagi yang lainnya,” katanya.

Kalau maggot lalat itu bisa dikeringkan dan dikirim ke luar negeri atau ekspor, bisa dijual hingga 4 US dan kalau dikeringkan untuk lokal saja, harganya bisa Rp 8 ribuan.

"Saya berharap teman-teman ini bisa terus mengembangkan maggot ini supaya bisa diekspor dan bisa mengentas kemiskinan MBR di Krembangan ini," ujarnya.

Baca Juga: Hukum Meminta Pertolongan Jin

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X