Pemkot Akan Terapkan 2 Jam Pendidikan Karakter bagi Siswa SD dan SMP di Surabaya, Salah Satunya Cium Tangan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:00 WIB
Pemkot Akan Terapkan 2 jam Pendidikan Karakter bagi Siswa SD dan SMP di Surabaya pada November Ini
Pemkot Akan Terapkan 2 jam Pendidikan Karakter bagi Siswa SD dan SMP di Surabaya pada November Ini

SurabayaNetwork.id- Para guru SD dan SMP di Surabaya diminta untuk membentuk karakter siswa melalui pembenahan pola pembelajaran.

Itu disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memberikan motivasi kepada 883 Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SD dan SMP Negeri di Gedung Convention Hall Kota Surabaya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, para siswa saat ini mudah jenuh selama proses pembelajaran. Perlu adanya pembenahan kurikulum pengajaran yang tetap berdasarkan pada aturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. Yakni, minimal waktu belajar dalam satu hari. 

Baca Juga: Profil dan Biodata Azizi JKT48 Bintang Film Horor Kalian Pantas Mati, Akun Instagram, Twitter, Tiktok

“Dihitung benar berapa sehari (jam belajar) yang ditentukan oleh Kemendikbud Ristek. Satu hari minimal berapa jam, kalau jam 12.00 WIB sudah terpenuhi, maka selesaikan pembelajaran pada jam 12.00 WIB. Tapi ketika pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB, bentuklah karakter siswa,” katanya.

Menurutnya, kepandaian seorang siswa juga harus diimbangi dengan karakter yang kuat. Sekolah wajib menyediakan kegiatan yang berlandaskan untuk pembentukan karakter para siswa, seperti melalui kegiatan seni dan keagamaan. 

“Jadikan anak-anak itu memiliki mental baja, agar ketika menghadapi dunia nyata, dia memiliki kemampuan luar biasa. Tujuannya adalah mencerdaskan anak-anak untuk menjadi pemimpin bangsa,” ungkapnya. 

Eri meminta para guru untuk membuat para anak didiknya bisa menghormati orang tua dan para guru di sekolah.

"Saya sedih ketika ada anak didik yang menjadi anak hebat, tetapi lupa pada gurunya. Padahal salah satu orang tua kita adalah guru. Saya minta para guru mengajarkan anak-anak untuk mencium tangan, itulah yang saya maksud dengan pembentukan karakter,” jelasnya. 

Halaman:

Editor: Wirawan Dwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X